Menurut dr. Febtusia, keterlambatan penanganan dapat berakibat fatal bagi pasien.
"Jika dibiarkan hingga pembuluh darah benar-benar tersumbat, kondisi ini dapat berujung langsung pada infark miokard akut atau kematian mendadak. Pasien perlu segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan memulai pengobatan yang sesuai," tegasnya.
Selain meningkatkan kesadaran terhadap gejala penyakit jantung, sesi edukasi tersebut juga menyoroti pentingnya pengendalian kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein cholesterol (LDL-C).
Pengelolaan LDL-C hingga berada di bawah 55 mg/dL dinilai menjadi salah satu langkah utama dalam mencegah dan mengendalikan penyakit kardiovaskular.
Head of Brand & Marketing Daewoong Pharmaceutical Indonesia, dr. Wicak Prasetiadi, menjelaskan bahwa tidak semua pasien mampu mencapai target kadar LDL-C hanya dengan terapi statin tunggal.
"Bagi pasien yang sulit mencapai target dengan terapi statin tunggal konvensional, atau memiliki kekhawatiran terhadap efek samping statin dosis tinggi, pendekatan jalur ganda atau dual-pathway berbasis kombinasi statin dan ezetimibe dapat menjadi pilihan yang efektif. Pendekatan ini bekerja dengan menghambat sintesis kolesterol di hati sekaligus mengurangi penyerapan kolesterol di usus," ujar dr. Wicak.
Dalam kesempatan tersebut, Daewoong juga memperkenalkan terapi kombinasi yang menggabungkan dua zat aktif dalam satu tablet untuk membantu meningkatkan kemudahan pasien dalam menjalani pengobatan.
Sementara itu, Head of Indonesia Business Division Daewoong Pharmaceutical, Baik In Hyun, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia melalui edukasi dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan.
"Selama lebih dari 20 tahun, Daewoong telah tumbuh bersama Indonesia dan berupaya berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di negara ini. Melalui kolaborasi dengan PERKI ini, kami akan terus bekerja sama dengan para tenaga medis untuk menyebarkan informasi kesehatan yang akurat, berbasis sains, dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Indonesia," kata Baik In Hyun.
Melalui kolaborasi ini, Daewoong dan PERKI berharap masyarakat semakin memahami bahwa angin duduk bukan sekadar masuk angin biasa. Mengenali gejala sejak dini dan segera mencari pertolongan medis dapat menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi serius hingga menyelamatkan nyawa.
Baca Juga: Daewoong Gandeng IAI, Perkuat Kompetensi Apoteker dan Edukasi Kesehatan