4. Mi instan dan sup instan dalam gelas
Mi instan dan sup instan sering menjadi pilihan ketika membutuhkan makanan cepat saji. Sayangnya, kedua produk ini juga dikenal memiliki kandungan natrium yang sangat tinggi.
Padahal, rekomendasi asupan natrium harian untuk orang dewasa tidak lebih dari 2.300 miligram per hari. Sebagian besar natrium yang dikonsumsi masyarakat justru berasal dari makanan olahan, bukan dari garam yang ditambahkan saat memasak.
Karena itu, dokter cenderung memilih alternatif makanan kemasan dengan kandungan natrium yang lebih rendah.
5. Keripik dan camilan gurih
Keripik kentang, kerupuk, snack asin, dan berbagai camilan gurih lainnya juga masuk dalam daftar makanan yang sering dilewati para dokter.
Selain tinggi natrium, makanan ini biasanya mengandung kombinasi garam, karbohidrat olahan, dan lemak yang membuat seseorang mudah makan berlebihan tanpa sadar.
Akibatnya, kalori dan natrium yang masuk ke tubuh bisa jauh lebih banyak dibandingkan yang diperkirakan, sementara nilai gizinya relatif rendah.
6. Kue kemasan dan camilan manis
Banyak dokter tidak melarang mengonsumsi makanan penutup. Namun, mereka cenderung menghindari menjadikannya sebagai konsumsi harian.
Kue kemasan, biskuit manis, pastry, hingga berbagai camilan manis sering mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi. FDA bahkan mewajibkan produsen mencantumkan informasi "gula tambahan" pada label nilai gizi agar konsumen lebih mudah mengetahui kandungannya.
American Heart Association merekomendasikan agar konsumsi gula tambahan dibatasi hingga kurang dari 6 persen dari total kebutuhan kalori harian.
7. Yogurt rasa yang tinggi gula
Yogurt memang identik dengan makanan sehat. Namun, tidak semua jenis yogurt memiliki manfaat yang sama.
Yogurt dengan tambahan rasa buah, yogurt siap minum, maupun produk yang dipasarkan sebagai makanan penutup ringan sering kali mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi.
Karena itu, banyak dokter lebih memilih yogurt tawar tanpa pemanis, kemudian menambahkan buah segar sendiri agar tetap memperoleh manfaat protein, kalsium, dan probiotik tanpa asupan gula berlebih.
8. Kecambah mentah dan produk susu mentah
Selain memperhatikan kandungan gizi, dokter juga mempertimbangkan keamanan pangan.
FDA mencatat bahwa kecambah mentah memiliki riwayat menyebabkan berbagai wabah penyakit akibat kontaminasi bakteri, sehingga lebih aman jika dikonsumsi setelah dimasak.
Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan masyarakat menghindari susu mentah dan produk olahannya yang belum dipasteurisasi karena berpotensi mengandung bakteri berbahaya seperti Campylobacter, E. coli, Listeria, Salmonella, dan Brucella.
Keju lunak yang dibuat dari susu mentah juga termasuk produk yang sebaiknya dihindari, terutama bagi ibu hamil, lansia, anak-anak, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Nah Growthmates, secara umum, makanan-makanan tersebut bukan berarti tidak boleh dikonsumsi sama sekali. Namun, para dokter cenderung membatasi atau memilih alternatif yang lebih sehat demi mengurangi risiko penyakit kronis sekaligus menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Baca Juga: Ginjal Bisa Rusak Diam-diam, Ini 7 Makanan Sehari-hari yang Sebaiknya Dibatasi
Semoga informasinya bermanfaat, ya!