Ginjal bekerja tanpa henti setiap hari untuk menyaring darah, membuang zat sisa, menjaga keseimbangan cairan tubuh, hingga membantu mengontrol tekanan darah.

Sayangnya, organ ini sering kali tidak menunjukkan gejala saat mulai mengalami gangguan, sehingga banyak orang baru menyadari adanya masalah ketika kerusakannya sudah cukup parah.

Padahal, sejumlah kebiasaan makan sehari-hari dapat diam-diam membebani ginjal dalam jangka panjang. Mulai dari makanan kemasan, minuman manis, makanan cepat saji, hingga konsumsi protein berlebihan yang kini semakin populer.

Para ahli menegaskan bahwa menjaga kesehatan ginjal tidak memerlukan diet ekstrem, melainkan pola makan yang seimbang dan bijak.

Dan, dikutip dari Times of India, Senin (1/6/2026), berikut 7 makanan dan kebiasaan makan yang dapat merusak ginjal secara perlahan tanpa disadari.

1. Makanan Kemasan dan Ultra-Proses

Mie instan, keripik, makanan beku, hingga berbagai camilan kemasan mungkin terlihat praktis dan lezat. Namun, di balik kemudahan tersebut tersembunyi kandungan natrium, pengawet, fosfat, dan berbagai zat aditif yang dapat membebani ginjal.

DT Parul Yadav, Kepala Ahli Gizi Rumah Sakit Marengo Asia, Gurugram, menjelaskan, makanan kemasan seperti keripik, mie instan, dan makanan beku mengandung natrium dan pengawet dalam jumlah tinggi yang dapat merusak ginjal seiring waktu.

Tingginya kandungan garam dalam makanan olahan dapat meningkatkan tekanan darah dan memaksa ginjal bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Yang lebih mengkhawatirkan, sebagian besar natrium tersebut tersembunyi sehingga sering kali tidak disadari konsumen.

2. Garam Berlebih dalam Menu Harian

Garam merupakan salah satu faktor yang paling sering dikaitkan dengan gangguan fungsi ginjal. Konsumsi natrium berlebihan dalam jangka panjang dapat memicu hipertensi, yang menjadi salah satu penyebab utama penyakit ginjal di seluruh dunia.

Anshul Singh, Ketua Tim Nutrisi Klinis dan Dietetik Rumah Sakit Artemis, mengatakan, terlalu banyak garam dapat meningkatkan tekanan darah dan memberi tekanan pada ginjal.

Bukan hanya makanan asin seperti kerupuk, acar, atau saus yang perlu diwaspadai. Banyak produk yang dianggap sehat seperti sup instan, sereal sarapan, protein bar, hingga roti gandum kemasan ternyata mengandung kadar natrium yang cukup tinggi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi garam kurang dari 5 gram per hari. Namun, banyak orang mengonsumsi hampir dua kali lipat jumlah tersebut tanpa menyadarinya.

3. Minuman Manis dan Soda

Bahaya minuman manis tidak hanya terletak pada kandungan kalorinya. Konsumsi rutin minuman bersoda, teh manis kemasan, minuman energi, maupun minuman dengan tambahan gula telah lama dikaitkan dengan meningkatnya risiko obesitas dan diabetes.

"Minuman dan minuman ringan tidak baik untuk kesehatan Anda. Jika dikonsumsi terus-menerus, Anda berisiko mengalami obesitas dan diabetes, yang merupakan dua penyebab utama penyakit ginjal," tutur DT Parul Yadav.

Selain kandungan gula yang tinggi, beberapa minuman bersoda berwarna gelap juga mengandung tambahan fosfor yang dapat memberikan beban ekstra pada ginjal.

Ketika minuman manis berubah dari konsumsi sesekali menjadi kebiasaan harian, risiko gangguan metabolik dan kerusakan ginjal pun meningkat.

Baca Juga: Nyeri Pinggang Belum Tentu Ginjal, Dokter Tirta Jelaskan Berbagai Penyebab Lower Back Pain