Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo akhirnya buka suara terkait kunjungan dinasnya ke New York, Amerika Serikat, yang sempat menjadi perbincangan di media sosial. Dalam wawancara di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Dody menjelaskan latar belakang perjalanan tersebut sekaligus menanggapi berbagai sorotan terhadap Kementerian PU.
Dody mengaku tidak memahami mengapa perjalanannya menjadi polemik. Ia mengatakan tidak pernah mengelola akun media sosial pribadinya karena seluruh pengelolaannya dilakukan oleh tim kementerian.
"Saya kan bukan pemain medsos. Saya punya medsos, tapi yang ngelola kementerian. Jadi saya enggak pernah buka Instagram saya yang katanya sudah dibikin oleh kementerian. Jadi saya benar-benar enggak tahu," ujarnya dikutip Olenka pada Rabu (22/07/2026).
Menurut Dody, kunjungan ke New York bermula dari undangan Kementerian Luar Negeri setelah adanya ajakan dari UN-Habitat, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bergerak di bidang permukiman dan pembangunan perkotaan, untuk menghadiri pertemuan antarmenteri pada pertengahan Juli.
Ia memutuskan hadir untuk membahas persoalan air dan menjajaki kemungkinan penerapan teknologi baru dari negara lain di Indonesia.
"Saya sharing masalah air. Siapa tahu juga ada teknologi baru dari teman-teman yang lain di luar sana yang bisa diterapkan di Indonesia. Saya putuskan berangkat. Sudah gitu saja, enggak lebih, enggak kurang," katanya.
Baca Juga: Viral Surat Dinas Bareng Keluarga ke AS, Menteri Dody Pilih Batal Berangkat: Blusukan ke Aceh
Dody menambahkan, keputusan tersebut sempat dipertimbangkan kembali karena bertepatan dengan sejumlah persoalan di dalam negeri, mulai dari longsor di Agam, banjir di Aceh, hingga agenda peresmian bendungan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Terkait sorotan publik mengenai keikutsertaan keluarganya dalam perjalanan tersebut, Dody menegaskan tidak ada persoalan selama seluruh biaya pribadi tidak ditanggung negara.
"Emang kenapa masalahnya kalau menteri istrinya dengan anaknya pergi? Tak masalah bagi saya. Kecuali kalau dibiayai oleh negara, itu baru masalah," tegasnya.
Baca Juga: Biografi Dody Hanggodo: Profesional yang Dipercaya Prabowo Mengurus Infrastruktur Nasional
Ia juga menyinggung bahwa polemik kunjungan ke luar negeri itu muncul di tengah berbagai sorotan terhadap Kementerian PU, termasuk kebijakan mutasi pegawai yang dinilai sejumlah pihak cukup ekstrem, salah satunya terkait rencana pemindahan seorang sekretaris jenderal ke Papua.
Dody membantah langkah tersebut sebagai bentuk "pembersihan" di internal kementerian. Namun, ia mengakui tengah melakukan penataan organisasi agar selaras dengan visi kepemimpinannya.
"Saya harus mencari orang yang sekarakter dengan saya. Maksudnya sekarakter dengan saya ini, integritasnya terjaga," ujarnya.
Ia juga menyebut upaya pembenahan internal melibatkan penguatan pengawasan dengan dukungan unsur eksternal, termasuk dari TNI dan Kepolisian.
Dalam kesempatan yang sama, Dody mengungkap temuan internal yang menurutnya cukup serius, yakni terkait dugaan manipulasi absensi pegawai.
"Satu dari sepuluh pegawai saya, satu orang ini bohong soal absen. Bayangin," ungkapnya.
Kementerian PU sendiri diketahui mengelola anggaran hingga ratusan triliun rupiah setiap tahun. Karena itu, menurut Dody, tata kelola internal dan disiplin pegawai menjadi aspek yang tidak bisa diabaikan.
Ia menegaskan proses evaluasi dan mutasi di lingkungan Kementerian PU masih terus berjalan. Meski demikian, fokus utama kementeriannya tetap pada penyelesaian berbagai proyek strategis yang mendukung program prioritas pemerintah.
"Ya, on going. Karena kan enggak mungkin kemudian bisa dilakukan dalam satu hari. Tapi bagaimanapun kita tetap harus fokus di irigasi, fokus di bendungan, fokus di jalan tol. Fokus utamanya tetap di pekerjaan ini," pungkasnya.