Mantan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani kembali mendapat kepercayaan dari Bank Dunia setelah dirinya didepak  Presiden Prabowo Subianto pada reshuffle Kabinet Merah Putih pada September 2025 lalu. 

Tidak main-main Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi) itu dipercaya memegang peran penting di Bank Dunia. Ia didaulat menjadi  Ketua Bersama Independen Asosiasi Pembangunan Internasional (IDA) dalam proses pengisian kembali pendanaan atau replenishment ke-22 (IDA22).

Baca Juga: Soal Isu Demo Besar dan Kerusuhan Agustus 2026, Menko Polkam Minta Polisi Buru Kelompok Ini Sampai Dapat, Siap-siap!

Menjabat Ketua Bersama Independen Asosiasi Pembangunan Internasional di Bank Dunia, tugas Sri Mulyani memang tidak ringan, ia bertanggung jawab penuh dalam  menghimpun dukungan kebijakan dan pendanaan bagi negara-negara termiskin di dunia bersama Paschal Donohoe, Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Grup Bank Dunia.

"Sri Mulyani akan memimpin bersama proses replenishment IDA22 dengan Paschal Donohoe, Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Grup Bank Dunia," tulis Bank Dunia dalam keterangan resminya dilansir Rabu (6/8/2027). 

Penunjukan Sri Mulyani telah melewati proses yang sangat ketat yang  dilakukan komite pencarian yang terdiri dari perwakilan negara donor dan negara peminjam yang menjadi anggota IDA.

Sri Mulyani dipilih lantaran dinilai punya pengalaman mumpuni dalam bidang pembiayaan pembangunan global. Ia diyakini sukses memimpin proses penggalangan komitmen pendanaan IDA22.

Dalam peran barunya, Sri Mulyani akan menggalang dukungan kebijakan sekaligus komitmen pendanaan dari negara-negara donor maupun negara peminjam. Hasil proses tersebut akan menentukan kapasitas pembiayaan IDA bagi negara-negara berpendapatan rendah hingga 2031.

Bank Dunia juga mencatat Sri Mulyani saat ini menjabat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025–2026 di University of Oxford. Sebelumnya, ia menjadi perempuan pertama yang menjabat Menteri Keuangan Indonesia dan pernah menduduki posisi Managing Director sekaligus Chief Operating Officer Bank Dunia.

"Pengalaman tersebut memberinya keahlian mendalam dalam kebijakan pembangunan maupun pembiayaan multilateral. Sri Mulyani juga pernah masuk dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes," tulis Bank Dunia.

Sekar info: IDA merupakan salah satu instrumen utama Bank Dunia dalam memerangi kemiskinan ekstrem. Melalui skema pinjaman berbunga rendah hingga hibah, lembaga tersebut saat ini melayani 78 negara berpendapatan rendah.

Baca Juga: Dibongkar Intelijen, Ijazah Jokowi Ternyata Dibikin di Pasar Pramuka, Eks Wamen PDTT Paiman Raharjo Ikut Panik

Sejak didirikan pada 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari 632 miliar dollar AS untuk mendukung investasi pembangunan di 115 negara. Dana tersebut digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan layanan dasar, dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat di berbagai negara berkembang.