Ia menyebut, kemampuan membaca perubahan dan membandingkan kondisi dari waktu ke waktu menjadi hal penting dalam mengambil keputusan bisnis.

"Kalau saya melihatnya lebih jernih. Saya harus melihatnya itu kompetitif. Dulu begini, sekarang begini, future-nya apa? Nah, tiganya harus dilihat," tuturnya.

Lebih lanjut, Tahir mengatakan, penurunan aktivitas bisnis saat ini tidak selalu menjadi pertanda buruk. Menurutnya, dunia usaha memiliki siklus yang memungkinkan terjadinya kenaikan dan penurunan secara bergantian.

"Jangan lihat hari ini. Hari ini usaha menurun, berarti saya sudah tidak ada harapan. Hari ini turun itu karena kemarin naik. Jadi, kemarin naik, sekarang turun. Nah, besok berarti bisa naik lagi. Saya melihat saja yang dulu, sekarang, dan yang akan datang," katanya.

Di tengah dinamika tersebut, Tahir menegaskan bahwa dirinya tetap menaruh kepercayaan besar terhadap Indonesia sebagai tempat untuk mengembangkan investasi.

Bahkan, ia mengungkapkan tidak memiliki investasi di luar negeri karena memilih untuk memusatkan investasinya di Tanah Air.

"Saya harus tulus bilang ya, bahwa kalau saya, bilang ya cuma Indonesia yang bagi saya investasi. Saya tidak ada investasi satu sen pun di luar negeri. Ya, jadi saya percaya di sini," tegasnya.

Terakhir, ia pun menyampaikan filosofi yang menggambarkan keyakinannya untuk tetap berkontribusi dan bertumbuh di negara tempat dirinya memulai perjalanan hidup dan bisnis.

"Orang Cina mengatakan, born in one place, grow in one place, and die in one place," pungkas Tahir.

Baca Juga: Dato Tahir Tebar BLT Miliaran Rupiah dan Bangun Ratusan Hunian Buat Korban Gempa Flores