Founder Mayapada Group, Dato Sri Tahir, mengajak para investor dan pelaku usaha untuk tetap optimistis terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah berbagai tekanan dan tantangan yang sedang dihadapi dunia usaha.
Menurut Tahir, dinamika ekonomi yang terjadi saat ini tidak seharusnya langsung dipandang sebagai sinyal negatif. Sebab, perubahan kondisi bisnis merupakan bagian dari proses penyesuaian terhadap perkembangan ekonomi global.
Ia menilai, para pengusaha perlu melihat kondisi ekonomi secara lebih menyeluruh dengan mempertimbangkan perjalanan masa lalu, situasi saat ini, serta prospek pada masa mendatang.
Dengan begitu, kata dia, penurunan kinerja usaha dalam jangka pendek tidak serta-merta dianggap sebagai tanda hilangnya peluang.
"Saya mulai kerja umur 17 tahun. Saya harus tegaskan, dan secara jujur dulu saya mau bilang, bahwa investasi Indonesia luar biasa. Para pengusaha harus selalu melihatnya positif," terang Tahir, saat wawancara eksklusif bersama Olenka, di Jakarta, belum lama ini.
Pria yang bernama asli Ang Tjoen Ming yang lahir 26 Maret 1952 itu menjelaskan, setiap perubahan dalam dunia usaha perlu disikapi sebagai bentuk penyesuaian terhadap perkembangan zaman.
Menurutnya, kondisi yang mengalami penurunan saat ini bukan berarti akan terus memburuk pada masa mendatang.
"Kalau ada satu adjustment, itu bukan negatif. Itu hanya kita mengikuti perkembangan dunia, lalu kita meng-adjust. Nah, banyak pengusaha ini kan merasa, kok begini, kok begitu," katanya.
Tahir juga mengingatkan para pelaku usaha agar tidak hanya terpaku pada kondisi ekonomi hari ini.
Baca Juga: Dato Sri Tahir Soroti Investasi Timur Tengah, Minta Indonesia Tak Kalah dari Singapura