Pernahkah kamu membayangkan sebuah gerakan kecil dari Bandung saat pandemi bisa bertransformasi menjadi perhelatan fashion nasional yang megah? Itulah perjalanan SEDASA

Setelah pertama kali lahir secara virtual pada 2020, tahun ini SEDASA mencetak sejarah baru dengan menghadirkan "Rhapsody Summit" di InterContinental Hotel Jakarta Pondok Indah pada 1 Mei 2026.

Perpindahan ke Jakarta ini bukan sekadar pindah lokasi, lho. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat posisi modest fashion Indonesia di mata nasional maupun internasional.

Lebih dari Sekadar Runway

Mungkin kamu berpikir ini hanya tentang gemerlap lampu panggung dan pakaian cantik. Namun, SEDASA punya misi yang lebih dalam. Sang Founder, Rya Baraba, memastikan bahwa acara ini menghubungkan desainer langsung dengan para reseller dari berbagai daerah.

Tujuannya untuk menciptakan transaksi nyata dan mendorong daya beli masyarakat terhadap produk lokal. 

"Harapannya, terjadi interaksi bisnis dan transaksi langsung antara reseller dengan desainer dan brand," ujar Rya Baraba, Founder SEDASA saat acara konferensi pers di Intercontinental Jakarta, Jumat (1/5/2026).

“Jadi, di balik keindahan desainnya, ada roda ekonomi yang terus berputar untuk UMKM kita,” sambungnya.

Parade Karya dari Ivan Gunawan hingga Talenta Muda

Panggung SEDASA Volume 3 ini dimeriahkan oleh 14 desainer visioner. Kamu bisa melihat koleksi terbaru dari Mandhja by Ivan Gunawan, Gita Orlin, hingga Motif Hawa. Suasana makin pecah dengan penampilan spesial dari dua diva legendaris, Krisdayanti dan Titi DJ.

Baca Juga: Kopi Kenangan Luncurkan The OG Aren Series, Kolaborasi dengan Ivan Gunawan Hadirkan Desain Cup Eksklusif

Tak hanya desainer senior, SEDASA juga memberikan ruang bagi talenta muda. Penghargaan "The Modest Visionary Award" diberikan kepada Ivan Gunawan atas kontribusi besarnya, sementara Nabila Misha berhasil meraih "Young Visionary Award" sebagai desainer muda yang berani bereksplorasi meski usianya masih sangat dini.

Dukungan Penuh untuk Masa Depan Fashion Indonesia

Acara ini pun mendapat perhatian khusus dari pemerintah dengan kehadiran Menteri/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (EKRAF), Teuku Riefky Harsya

Dukungan ini menunjukkan bahwa modest fashion bukan sekadar tren gaya hidup, tapi salah satu pilar ekonomi kreatif yang sangat potensial bagi masa depan Indonesia.

Kehadiran SEDASA di Jakarta mengingatkan kamu bahwa industri fashion kita dibangun di atas identitas dan kolaborasi yang kuat. Bukan cuma soal pakaian apa yang akan kamu kenakan saat Idul Adha nanti, tapi tentang bagaimana setiap karya ini membawa cerita tentang keberanian untuk terus tumbuh. 

Jadi, sudah siap melihat koleksi terbaru dari para desainer favoritmu?