Kepemimpinan berbasis purpose atau tujuan yang jelas dinilai menjadi fondasi penting dalam membawa organisasi melangkah lebih terarah dan berdaya saing.

Hal ini disampaikan oleh Managing Director Lubricants at Shell Indonesia, Andri Pratiwa, yang menegaskan bahwa purpose bukan sekadar slogan, melainkan energi penggerak yang harus dipahami dan dihidupi oleh seluruh lapisan organisasi.

Menurut Andri, tugas utama seorang pemimpin adalah merumuskan dan menyebarkan tujuan tersebut hingga ke tingkat paling bawah dalam organisasi.

“Satu yang jelas, how we as a leader create the purpose. Dan purpose itu dikeluarkan all the way sampai ke tingkat bawah. Jadi benar-benar punya spirit yang sama,” ungkapnya, sebagaimana dikutip dari Youtube Fortune Indonesia, Rabu (4/3/2026).

Andri lantas menekankan bahwa purpose harus mengalir dari level tertinggi manajemen hingga ke lini operasional.

Menurutnya, tanpa kesamaan semangat dan pemahaman tentang tujuan bersama, organisasi akan kehilangan arah dan daya dorongnya.

Untuk menggambarkan pentingnya purpose, Andri mencontohkan dinamika dalam sejarah peperangan dunia. 

Ia menyoroti bagaimana tujuan yang jelas mampu menggerakkan sebuah bangsa, bahkan ketika secara teknologi atau kekuatan militer tidak berada di posisi paling unggul.

Menurutnya, pada Perang Dunia II, Amerika Serikat memiliki tujuan yang kuat dan jelas, yakni membebaskan dunia dari tirani.

Dan kata Andri, spirit tersebut menggerakkan seluruh elemen bangsa, dari pimpinan hingga prajurit di lapangan.

“It’s all about the purpose. Jadi waktu Perang Dunia II dia adalah bahwa saya go to the war because I want to relieve from the tyranny. Ini adalah tujuan. Dan dari top to the bottom mereka berjuang,” papar Andri.

Baca Juga: Gaya Kepemimpinan Presisi di Shell Indonesia

Sebaliknya, lanjut Andri, ketika keterlibatan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam berlangsung tanpa kejelasan tujuan yang dirasakan langsung oleh para prajurit, semangat juang pun melemah.

“Tapi waktu di Vietnam, dia enggak tahu kenapa saya ada di sini. Dikirim di sini, teman saya mati. Jadi purpose-nya enggak clear,” ujarnya.

Dari contoh tersebut, Andri menyimpulkan bahwa kejelasan tujuan menjadi faktor pembeda yang sangat menentukan keberhasilan.

“So I think one of the key important thing is what is the purpose. Dan kita harus temukan purpose bisnis kita, baik itu corporate maupun di setiap business unit,” tukas Andri.

Namun, kata Andri, merumuskan purpose saja tidak cukup. Tantangan berikutnya adalah memastikan tujuan tersebut benar-benar dipahami dan dijalankan secara konsisten.

Menurutnya, komunikasi yang jelas dan konsistensi perilaku pemimpin menjadi kunci.

“Nah sekarang mengkomunikasi supaya itu clear adalah benar-benar walk the talk, build the culture,” ujar Andri.

Dalam konteks bisnis pelumas di Shell Indonesia, Andri mengungkapkan bahwa organisasi yang dipimpinnya memiliki ambisi besar untuk meningkatkan posisi Indonesia di kancah global.

Ia mengakui bahwa sebelumnya, Indonesia dipandang sebagai pemain kecil dalam peta global pelumas. Namun, dengan purpose yang kuat, arah itu ingin diubah.

“Kita punya ambisi, kita punya purpose ya kita ingin Indonesia itu mendunia. Karena di global sales itu Indonesia mungkin, di global lubricant Indonesia dulu itu negara kecil. Terus kita punya purpose, kita mau Indonesia menjadi mendunia,” tegas Andri.

Baca Juga: Mengulik Fakta Shell Indonesia Melepas Bisnis SPBU