Investasi teknologi tetap menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan perusahaan. Namun, di tengah tekanan ekonomi, perusahaan perlu lebih cermat dalam menentukan investasi yang benar-benar dibutuhkan dan memberikan dampak bagi bisnis. Fokusnya bukan hanya pada besarnya investasi, melainkan juga bagaimana teknologi dapat membantu perusahaan bekerja lebih efisien dan mencapai target bisnis.

Melihat dinamika ekonomi yang semakin memengaruhi keputusan bisnis dan investasi teknologi, PT Computrade Technology International (CTI Group), penyedia solusi cloud dan digital, mengangkat isu tersebut dalam Golden Circle Club (GCC) Economic Outlook 2027. Dikemas dalam format Round Table Discussion, event ini mengusung tema “Managing Growth Through Technology Investments in a Volatile Economy”.

Baca Juga: Jasnita Telekomindo Percepat Pengembangan AI, Hadirkan AI Talkbot untuk Mendukung Desk Collection BTN

Pada sesi keynote, Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank, mengulas economic outlook dan dampaknya terhadap keputusan investasi, sedangkan Royani Lo, President Director PT Helios Informatika Nusantara, membagikan perspektif industri IT mengenai perubahan pola investasi customer dan peluang bisnis menuju 2027.

Dalam sesinya, Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank, mengulas bagaimana kondisi ekonomi global dan domestik yang membentuk lanskap bisnis Indonesia menuju 2027. “Ketidakpastian geopolitik, pergerakan nilai tukar, serta arah kebijakan moneter menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan pelaku usaha” ujarnya, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Kondisi tersebut juga berdampak pada pertimbangan perusahaan dalam menentukan langkah ekspansi dan mengalokasikan anggaran untuk investasi. Di tengah ketidakpastian ekonomi, Josua menilai investasi IT masih berpotensi meningkat seiring kebutuhan digitalisasi di Indonesia. Namun, perusahaan dan penyedia solusi teknologi cenderung lebih selektif dalam menentukan investasi dengan mempertimbangkan utilisasi aset, kejelasan proyek, dan potensi pengembalian investasi sebelum menambah biaya.

Memasuki 2027, peluang pertumbuhan diperkirakan terbuka pada cybersecurity, data and AI, cloud, application modernization, dan otomasi. Josua menekankan pentingnya menyesuaikan solusi dengan kebutuhan tiap sektor dan memastikan manfaatnya terukur bagi pelanggan. “Investasi IT akan terus meningkat seiring dengan kebutuhan digitalisasi di Indonesia. Karena itu, strategi pertumbuhan perlu tetap selektif, adaptif, dan berorientasi pada profitabilitas,” ujar Josua.

Membaca Perubahan Pola Investasi di Pasar IT

Menutup diskusi, Royani Lo, President Director PT Helios Informatika Nusantara, menyoroti bahwa industri IT masih memiliki peluang pertumbuhan meski dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari kondisi ekonomi dan geopolitik hingga ketersediaan komponen. Menurutnya, pelaku industri perlu mencermati perubahan kebutuhan pasar, termasuk peluang digitalisasi di sektor kesehatan melalui SatuSehat dan inisiatif pemerintah melalui Satu Data Indonesia.

Royani juga melihat meningkatnya ketertarikan terhadap AI sebagai peluang bagi industri IT. Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap kebutuhan customer agar solusi yang ditawarkan benar-benar relevan dengan kebutuhan bisnis. “Peluang tetap ada, tetapi sebagai pelaku bisnis, kita perlu memahami kebutuhan customer dan menyediakan solusi yang sesuai,” ujarnya.

Ia turut menekankan pentingnya menjaga kolaborasi antara CTI Group dan business partner melalui komunikasi dan pertukaran pengetahuan. Kolaborasi yang kuat dinilai dapat membantu para pelaku industri memahami perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar, sekaligus mengidentifikasi peluang baru di tengah dinamika industri IT.

Menjaga Momentum Pertumbuhan Menuju 2027

Diskusi yang mempertemukan para eksekutif dari mitra CTI Group ini menegaskan bahwa peluang pertumbuhan industri IT menuju 2027 tetap terbuka di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik. Namun, perusahaan perlu semakin cermat dalam menentukan prioritas investasi, dengan mempertimbangkan kebutuhan bisnis, efisiensi, dan potensi pengembalian investasi. Peluang di bidang cybersecurity, data and AI, cloud, application modernization, serta otomasi juga perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap kebutuhan customer agar teknologi yang dihadirkan dapat memberikan manfaat yang terukur bagi bisnis.

“Di tengah dinamika ekonomi dan perubahan kebutuhan pasar, CTI Group percaya bahwa kolaborasi yang kuat dan pemahaman terhadap kebutuhan bisnis menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan. Kami akan terus mendukung para mitra melalui akses terhadap teknologi, solusi, dan expertise yang relevan sehingga mereka dapat mengidentifikasi peluang baru dan menghadirkan nilai tambah bagi pelanggan. Melalui Golden Circle Club, kami berharap pertukaran perspektif seperti ini dapat memperkuat sinergi antara CTI Group dan para mitra dalam menghadapi tantangan serta membangun pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” tandas Rachmat Gunawan, CEO CTI Group.