Tak hanya bersinar di dunia musik, Ikang juga merambah dunia akting. Ia membintangi sejumlah film populer pada era 1980-an, seperti Pengantin Remaja 2 (1982), Tinggal Landas Buat Kekasih (1984), dan Menggapai Matahari (1986).
Kariernya di layar lebar terus berlanjut lewat berbagai judul, di antaranya Pembalasan Ratu Laut Selatan (1988), Seputih Kasih Semerah Luka (1988), Sepondok Dua Cinta (1990), dan Yang Tercinta (1991). Pada tahun-tahun berikutnya, ia tetap aktif berakting melalui film seperti Andai Ia Tahu (2000), MBA (Married By Accident) (2008), Negeri 5 Menara dan Malaikat Tanpa Sayap (2012), hingga Ada Cinta di SMA dan Dear Love (2016).
Selain film, Ikang juga tampil di sejumlah serial televisi, di antaranya Dewa Asmara (2007), Go Go Girls (2011–2012), Heart Series 2 (2013), Siti Bling-Bling (2014), Stereo (2015–2016), dan Cinta dan Rahasia (2017). Dengan kiprah panjang di dunia musik dan akting, Ikang Fawzi dikenal sebagai sosok multitalenta yang konsisten berkarya dan tetap memiliki tempat tersendiri di industri hiburan Indonesia.
Baca Juga: Kiprah Angga Dwimas Sasongko di Balik Suksesnya Film-Film Populer, Intip Profilnya!
Terjun Politik
Seiring perjalanan kariernya, Ikang Fawzi tidak hanya aktif di dunia hiburan. Ia juga mencoba peruntungan di ranah politik dengan bergabung bersama Partai Amanat Nasional (PAN).
Pada Pemilu 2014, Ikang maju sebagai calon anggota legislatif DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat II. Namun, meski membawa nama besar sebagai figur publik dan mewakili PAN, ia belum berhasil melenggang ke Senayan karena perolehan suara yang belum mencukupi.
Di luar aktivitasnya di panggung hiburan dan politik, Ikang juga memiliki kiprah di dunia bisnis dan organisasi. Ia pernah memimpin PT Jaringan Selera Asia (JSA) serta menjabat sebagai Wakil Kadin di bidang permukiman, menunjukkan keterlibatannya dalam sektor usaha dan pengembangan ekonomi.
Prestasi dan Penghargaan
Sepanjang kariernya di industri musik, Ikang Fawzi juga menorehkan berbagai prestasi bergengsi. Pada 1985, ia meraih penghargaan sebagai Penyanyi Pria Musik Rock/Pop Rock Terbaik versi Majalah Gadis. Setahun kemudian, 1986, ia kembali dinobatkan sebagai Penyanyi Rock Terbaik oleh majalah yang sama.
Prestasinya berlanjut pada 1987 lewat ajang BASF Award. Di tahun tersebut, Ikang berhasil meraih sejumlah penghargaan sekaligus, yakni Pencipta Lagu Rock Terbaik, Album Rock Terbaik, serta The Best Selling Indonesian Album kategori Pop Rock. Rangkaian penghargaan ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu rocker papan atas Indonesia pada era 1980-an.
Tak berhenti di situ, pada 1989 ia kembali mendapat pengakuan sebagai Penyanyi Rock Terbaik versi majalah Monitor, mempertegas konsistensinya sebagai musisi rock yang berpengaruh di masanya.