Emiten produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan IDX ticker code: CLEO:IJ, PT Sariguna Primatirta Tbk, mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp2,82 triliun sepanjang 2025, naik dari periode tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp2,70 triliun. Pertumbuhan penjualan tercatat stabil di level 5% secara tahunan (yoy), sekaligus berada di kisaran rata-rata pertumbuhan industri AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) nasional.

Kontribusi terbesar berasal dari segmen botol dengan penjualan mencapai Rp1,57 triliun, disusul segmen nonbotol dengan perolehan Rp1,20 triliun. Kedua segmen bisnis juga mencatatkan pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya, masing-masing sebesar 5% dan 3%.

Baca Juga: Bank Neo Commerce Bukukan Laba Rp565,69 Miliar di 2025

"Di tengah pasar AMDK yang semakin kompetitif, kami bersyukur CLEO masih menunjukkan ketangguhan dengan menorehkan capaian penjualan yang positif, didukung produk yang variatif dan jaringan distribusi yang dekat dengan pasar untuk memenuhi kebutuhan air minum yang aman bagi pelanggan," ujar CEO CLEO, Melisa Patricia, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Keberhasilan CLEO dalam menjaga momentum positif didukung oleh operasional 32 pabrik yang saat ini beroperasional di hampir seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, hingga Desember 2025, proses distribusi juga diperkuat oleh lebih dari 10.000 mitra sehingga penyaluran produk tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan konsumen secara optimal.

Di sisi lain, inovasi produk menjadi salah satu pendorong pertumbuhan penjualan. CLEO terus menghadirkan variasi produk yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Sepanjang 2025, CLEO telah meluncurkan dua produk baru, yaitu Cleo 1 Liter Bottled On-the-go sebagai alternatif kemasan praktis untuk segmen tertentu, serta Cleo Lite 500 ml dengan struktur botol ultra tipis yang lebih ramah lingkungan, sebagai bagian dari komitmen Perseroan terhadap langkah keberlanjutan.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi di pasar AMDK nasional serta upaya menjaga pertumbuhan jangka panjang, CLEO akan segera mengoperasionalkan pabrik di Palu pada Kuartal II tahun ini sehingga total pabrik pada Semester I akan mencapai 33 unit. CLEO juga menyiapkan penambahan dua pabrik baru di Pekanbaru dan Pontianak di Semester II yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian perizinan.

"Kami meyakini bahwa kedekatan fasilitas produksi dengan konsumen menjadi kunci efisiensi distribusi dalam menjaga ketersediaan produk, sekaligus mendorong pertumbuhan penjualan ke depan," tambah Melisa.

Meski dihadapkan oleh tantangan dan persaingan industri yang kompetitif dan dinamis, manajemen optimistis penjualan kuartal I-2026 dapat tumbuh double digit. Optimisme ini didukung oleh momentum Ramadan dan Lebaran yang secara historis menjadi salah satu pendorong penjualan, seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat yang mendorong konsumsi AMDK. Selain itu, ekspansi pabrik dan penguatan jaringan distribusi turut menjadi katalis positif bagi kinerja Perseroan di awal tahun ini.