Lebih jauh, Kilala menjelaskan bahwa pertumbuhan skincare tidak terjadi secara kebetulan, melainkan didorong oleh perubahan preferensi konsumen yang semakin kompleks.

Awalnya, kata Kilala, ada beberapa tren besar yang berkembang secara terpisah, mulai dari kebutuhan akan produk multifungsi, meningkatnya kesadaran terhadap keberlanjutan, pentingnya pengalaman sensorial saat menggunakan produk, hingga ketertarikan terhadap bahan alami.

Namun, sejak 2023, seluruh tren tersebut mulai menyatu dan membentuk arah baru industri.

“Sejak tahun 2023, empat tren ini melebur menjadi satu megatrend yang kuat, yaitu dimana orang sudah bergeser melihat industri beauty ini menjadi industri cantik lahir dan batin,” kata Kilala.

Pergeseran ini menandai perubahan mendasar dalam cara konsumen memandang kecantikan. Tidak lagi sekadar soal penampilan luar, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan tubuh dan keseimbangan diri.

Kilala melihat bahwa industri kecantikan kini bergerak menuju konsep yang lebih holistik.

“Artinya, cantik rupa tetapi juga sehat badan. Jadi industri ini sudah menuju ke arah wellness,” lanjutnya.

Transformasi ini kemudian berkembang lebih jauh dalam bentuk megatrend yang disebut ‘Beyond Wellness’, yang diprediksi akan mendominasi periode 2023 hingga 2027.

“Di tahun 2023–2027, ini terciptalah suatu mega trend besar, yang kita sebut adalah Beyond Wellness. Yang artinya, semua tren itu menunjuk kepada kesehatan raga dan jiwa daripada manusia,” tutup Kilala.

Baca Juga: Cerita Kilala Tilaar yang Sempat Putus Asa dan Ingin Angkat Kaki dari Martha Tilaar Group