Di kesempatan yang sama, Chef Kadek Sumiarta mengisahkan ihwal perjalanan kulinernya dengan penuh dedikasi, di bawah bimbingan para chef ternama, diantaranya Chef Yoann Mathy, Chef Jean-Yves Leuranguer, Chef Ho Weng Kit.
Ia pun mengaku, selama mengikuti kompetisi di Paris, dirinya menghadapi beberapa tantangan, utamanya terkait bahan-bahan yang digunakan dalam kompetisi.
“Jadi, beberapa bahan yang digunakan di Paris itu sulit didapatkan di Indonesia. Jadi kami datang lebih awal untuk mempelajari bahan-bahan mereka dan bagaimana cara menanganinya,” beber Kadek.
Kadek juga menuturkan, dirinya sudah mempersiapkan diri selama tiga bulan sebelum kompetisi, termasuk melakukan uji coba bahan dan pengolahan rasa. Ia pun membawa bahan khas Indonesia seperti kemiri dan kemangi, yang menjadi komponen utama saus dalam menu kompetisinya.
Lebih lanjut, Kadek pun mengaku bersyukur mendapat dukungan penuh The Apurva Kempinski Bali. Tak hanya itu, kata dia, support penuh juga datang dari para mentor dan chef kelas dunia di The Apurva Kempinski.
“Semua di-support dari Kempinski dan semua bahan-bahan dibantu oleh Kempinski. Saya sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari para mentor. Mereka semua telah membawa saya menuju panggung global dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional," ungkap Kadek.
Sementara itu, acara ini juga memperkenalkan Nara Iswara sebagai penerus Kadek. Nara, yang telah memulai karier kulinernya sejak 2018, telah mengukir berbagai prestasi, di antaranya medali perak di Bali Salon Culinaire serta kemenangan dalam kompetisi Young Talents Escoffier Indonesia 2024.
"Saya berkomitmen untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, baik dari segi keahlian maupun mental, untuk dapat bersaing di kancah internasional," tandas Nara bersemangat.