Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, menegaskan marketplace khusus untuk membeli bahan baku dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menekan peluang terjadinya kecurangan hingga korupsi.

Ia mengatakan sistem yang akan digunakan mirip dengan pengelolaan belanja Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Baca Juga: Ngaku Sudah Tahu Biang Kerok Keracunan MBG, Bos BGN: Mau Masaknya Benar, Kalau Bahannya Busuk Orang tetap Keracunan!

"Belanjanya itu menggunakan sistem sehingga tidak ada lagi hanky-panky, tidak ada lagi minta kickback, tidak ada lagi beli kualitasnya jelek tapi diakui tinggi, diakui bagus, supaya dia ngambil untung dan lain sebagainya," ujarnya kepada wartawan, Kamis (17/9/2026) kemarin.

Menurutnya, sistem tersebut disiapkan untuk mengantisipasi berbagai bentuk kecurangan dalam pengadaan bahan baku di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pihaknya juga berharap mekanisme tersebut dapat mencegah adanya permintaan kickback atau manipulasi kualitas barang.

Baca Juga: Tutup Sementara Dapur Bermasalah, Aksi Bos BGN Diapresiasi Akademisi

Baca Juga: Respons TelkomGroup Soal Pemanfaatan Gedung oleh BGN

"Kami menginginkan, sekarang sedang kami kaji, kami butuh waktu mungkin beberapa minggu, ya tiga minggu satu bulan insyaallah, kami sedang mengonsep semacam kalau di Kementerian Dikdasmen itu SIPLah. Kami berharap paling tidak akhir September atau awal minggu pertama Oktober itu sudah jadi," tambahnya.

Selain itu, pihaknya mengaku tengah mengkaji perlakuan khusus untuk tujuh bahan baku utama MBG. "Pertama beras, nggak boleh pakai SPHP. Yang kedua minyak goreng, tidak boleh pakai minyak goreng Minyakita. Yang ketiga ayam, telor, daging, ikan, dan susu," urainya.

Ia mengatakan ketujuh komoditas tersebut membutuhkan penanganan khusus karena berkaitan dengan kebutuhan protein hewani sekaligus keamanan pangan.

"Karena protein hewani ini harus special handling. Kalau penanganannya nggak bener, ini menyebabkan gangguan kesehatan, dan target kita untuk mencapai gizi yang baik ini kemudian tidak bisa kita capai," terangnya.