Bagi penderita diabetes, menjaga kadar gula darah tetap stabil tidak hanya bergantung pada pola makan sehat dan konsumsi obat sesuai anjuran dokter. Rutin berolahraga juga menjadi salah satu kunci penting untuk membantu mengendalikan kadar gula darah sekaligus menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Menariknya, manfaat olahraga ternyata tidak hanya ditentukan oleh jenis atau durasinya. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa waktu berolahraga juga dapat memengaruhi efektivitasnya, bahkan olahraga di sore hari disebut-sebut memberikan manfaat yang lebih optimal dalam membantu mengontrol gula darah.

Sebelum lebih lanjut membahas waktu yang dinilai baik untuk menjaga kadar gula darah, bagaimana olahraga dapat memengaruhi gula darah?

Baca Juga: Penelitian Ungkap Olahraga Dapat Tingkatkan Keberhasilan Berhenti Merokok

Mengapa Olahraga di Sore atau Malam Hari Mungkin Terbaik untuk Gula Darah?

Dalam tinjauan studi terbaru seperti dinukil dari laman Health, Minggu (5/7/2026), para ahli menyimpulkan bahwa olahraga di siang atau malam hari dapat menghasilkan pengendalian gula darah yang lebih baik pada penderita diabetes tipe 2.

Olahraga di penghujung hari juga dikaitkan dengan peningkatan sensitivitas insulin, atau kemampuan tubuh untuk merespons insulin dan mengatur kadar gula dalam aliran darah. Sementara olahraga di pagi hari tampaknya tidak seefektif itu.

Demikian pula, sebuah studi tahun 2019 mengikuti pria dengan diabetes tipe 2 yang berpartisipasi dalam latihan interval intensitas tinggi (HIIT) selama dua minggu. Mereka yang melakukan HIIT di sore hari mengalami peningkatan kadar gula darah, sementara mereka yang berolahraga di pagi hari mengalami efek sebaliknya.

Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa masih diperlukan studi lebih lanjut untuk memastikannya. Sejauh ini, ada dua faktor yang diduga membuat olahraga di sore atau malam hari lebih efektif dalam membantu mengontrol gula darah.

Pertama, kadar hormon kortisol yang secara alami lebih tinggi pada pagi hari. Hormon ini memicu tubuh melepaskan cadangan gula ke dalam darah sehingga kadar gula darah cenderung meningkat, terutama pada penderita diabetes. Berolahraga di pagi hari juga dapat meningkatkan kadar kortisol, sehingga efeknya terhadap penurunan gula darah diduga tidak seoptimal pada sore hari.

Kedua, waktu olahraga yang berdekatan dengan waktu makan. Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik setelah makan lebih efektif meredam lonjakan gula darah. Karena itu, olahraga di sore atau malam hari dinilai berpotensi memberikan manfaat yang lebih besar dibanding olahraga sebelum sarapan.

Baca Juga: Rekomendasi Olahraga yang Aman dan Menyehatkan bagi Penderita Kista Ovarium

Bagaimana Olahraga Memengaruhi Gula Darah?

Apa pun waktu berolahraganya, aktivitas fisik tetap bermanfaat untuk membantu mengontrol kadar gula darah, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam jangka pendek, olahraga membuat otot menggunakan glukosa sebagai sumber energi sekaligus meningkatkan sensitivitas insulin. Efek ini membantu menurunkan kadar gula darah dan bahkan dapat bertahan hingga 24 jam setelah berolahraga. 

Meski begitu, olahraga berintensitas tinggi seperti HIIT atau angkat beban berat dapat menyebabkan gula darah naik sementara karena pelepasan hormon adrenalin.

Sementara itu, jika dilakukan secara rutin, olahraga dapat meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan kadar HbA1c, membantu menambah massa otot yang berperan menyerap glukosa, serta mendukung penurunan berat badan. Semua manfaat tersebut berkontribusi pada pengelolaan gula darah yang lebih baik dalam jangka panjang.

Semoga bermanfaat!