Growthmates, membangun bisnis bersama pasangan atau anggota keluarga memang menawarkan banyak keuntungan. Kepercayaan yang sudah terjalin sering kali menjadi modal utama dalam menjalankan usaha.

Namun, kedekatan secara personal ternyata tidak selalu menjamin hubungan profesional berjalan mulus.

Business & Life Performance, Coach Erni Margiono, mengungkapkan bahwa banyak konflik dalam bisnis keluarga sebenarnya bukan disebabkan oleh ketidakcocokan, melainkan karena pembagian peran dan batasan yang tidak pernah disepakati sejak awal.

"Sering konflik saat kerja bareng pasangan? Hati-hati! Bukan karena kalian tidak cocok, tapi biasanya karena ada tiga hal yang belum dibagi secara jelas di antara kalian," tutur Coach Erni, dalam sebuah video sebagaimana Olenka kutip dari laman Instagram pribdinya @coach_ernimargiono, Kamis (30/7/2026).

Menurut Coach Erni, banyak pasangan maupun keluarga yang terjebak dalam asumsi bahwa hubungan pribadi yang sudah harmonis otomatis akan membuat kerja sama bisnis berjalan lancar.

Padahal, kata dia, ketika memasuki dunia profesional, keputusan bisnis membutuhkan aturan yang jelas.

"Banyak pasangan pengusaha terjebak dalam asumsi. Mereka pikir karena sudah saling kenal secara pribadi, otomatis akan selaras dalam bisnis. Nyatanya, profesionalisme akan terkikis oleh emosi pribadi," katanya.

Coach Erni mengaku kerap menemukan situasi ketika suami dan istri sama-sama merasa memiliki otoritas tertinggi dalam perusahaan.

Akibatnya, keputusan yang telah dibuat salah satu pihak dapat dibatalkan oleh pihak lainnya. Kondisi serupa juga sering terjadi dalam bisnis keluarga yang melibatkan orang tua dan anak.

"Saya sering melihat suami istri yang dua-duanya merasa jadi bos. Di satu sisi istri sudah putuskan A, tapi suami batalkan jadi B. Dan ini bukan hanya suami istri. Kadang saya juga melihat antara orang tua dan anak. Orang tua mengambil satu keputusan, anak mengambil keputusan lain, atau keputusan anak dibatalkan orang tuanya. Kalau seperti itu, karyawan jadi bingung," jelasnya.

Ia pun menuturkan, ketidakjelasan struktur kepemimpinan tidak hanya memicu kebingungan di dalam organisasi, tetapi juga membawa dampak terhadap hubungan pribadi.

"Chaos akan terjadi dan stres terbawa-bawa sampai ke rumah. Untuk suami istri, ini bisa terbawa sampai ke urusan tempat tidur," ujarnya.

Baca Juga: Pasangan Sama-sama Sandwich Generation? Lakukan 3 Langkah Ini agar Keuangan Tetap Sehat