Berdasarkan pengalamannya selama mendampingi ratusan perusahaan, Coach Erni membagikan tiga prinsip yang menurutnya wajib diterapkan agar bisnis yang dijalankan bersama pasangan maupun keluarga dapat bertahan dalam jangka panjang.

Pertama adalah membagi wilayah tanggung jawab sesuai dengan keahlian masing-masing. Menurutnya, setiap orang harus memiliki area kerja yang jelas sehingga tidak saling mencampuri keputusan.

"Bagi wilayah tanggung jawab berdasarkan kekuatan masing-masing. Siapa pegang operasional? Siapa pegang growth? Berhenti saling intervensi," katanya.

Prinsip kedua, lanjut dia, adalah menentukan pengambil keputusan akhir di setiap divisi atau departemen. Dengan demikian, tim tidak akan menerima instruksi yang saling bertentangan.

"Tentukan siapa pengambil keputusan akhir di tiap departemen. Jangan biarkan tim bingung karena ada dua bos dengan instruksi berbeda," tutur Coach Erni.

Sementara prinsip ketiga adalah membangun batasan emosional atau emotional boundaries. Ia menegaskan bahwa identitas sebagai rekan kerja dan anggota keluarga harus dipisahkan sesuai konteks.

"Belajar disiplin identitas. Di kantor kita profesional, di rumah kita pasangan atau di rumah kita adalah bapak dan anak. Jangan bawa stres target sampai ke rumah," tegasnya.

Coach Erni mengatakan, selama lebih dari 15 tahun mendampingi lebih dari 800 perusahaan, ia melihat bahwa bisnis yang mampu bertahan bukan hanya yang memiliki strategi terbaik, tetapi juga yang memiliki batasan peran dan komunikasi yang jelas.

"Selama 15 tahun mendampingi lebih dari 800 perusahaan, saya melihat bisnis yang paling kuat adalah bisnis yang memiliki batasan yang jelas. Relationship adalah fondasi yang menentukan apakah bisnis bisa bertahan jangka panjang," pungkasnya.

Baca Juga: Andy F Noya ungkap Cara Mencegah Ribut Soal Uang dengan Pasangan