Setelah fondasi ini kuat, lanjut Theo, barulah masuk ke tahap berikutnya, yakni meningkatkan penghasilan.
Theo pun mendorong untuk terus mengembangkan kemampuan dan mencari peluang tambahan agar pemasukan terus naik.
“Yang pertama paling penting cari saat hustle, tambahin earning kalian dari 5 ke-6 ke-7 ke-8 ke-9 ke-10,” tukasnya.
Dengan penghasilan yang meningkat, kata dia, ruang finansial akan semakin luas. Di sinilah peran kebiasaan menabung dan investasi mulai terbentuk.
“Fokusnya saving dan bangun habit investasi. Saving dan bangun habit investasi tercipta dari mana? Budgeting,” ungkapnya.
Menurut Theo, budgeting tidak harus rumit. Justru yang terpenting adalah konsistensi dalam mengatur arus uang, sehingga selalu ada porsi yang dialokasikan untuk masa depan.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya proteksi, khususnya di bidang kesehatan. Banyak orang menyepelekan hal ini, padahal biaya medis bisa menjadi salah satu pengeluaran terbesar yang tidak terduga.
“Prioritas pertama proteksi yang medical. BPJS boleh? Boleh, tapi kalau kalian punya dana lebih, tambahin. Nggak apa-apa, teman-teman,” paparnya.
Ketika semua dasar sudah terpenuhi, dana darurat aman, proteksi ada, dan kebiasaan menabung serta investasi berjalan, sambung Theo, barulah seseorang bisa naik ke level berikutnya.
Theo memberikan gambaran sederhana, dalam 6 bulan hingga 1 tahun, seseorang berhasil mengumpulkan dana hingga Rp10 juta. Lalu apa langkah selanjutnya?
“Perbesar uang nganggur buat apa? Beli iPhone? Bukan, teman-teman. Perbesar uang nganggur buat apa? Buat mulai bangun wealth generator kalian,” tandasnya.
Baca Juga: Theo Derick Ungkap Alasan Enggan Flexing Kekayaan