Growthmates, menjadi lebih kaya bukan soal keberuntungan semata. Menurut Content Creator sekaligus Entrepreneur, Theo Derick, ada prinsip dasar yang sering diabaikan banyak orang, padahal justru menjadi fondasi utama dalam membangun keuangan yang sehat.
Theo menekankan bahwa langkah pertama menuju kekayaan bukan langsung investasi besar atau ikut tren, melainkan memastikan kondisi finansial berada dalam posisi ‘surplus’.
“Kalau kalian mau tambah kaya, kalian harus surplus. Artinya apa? Pemasukan lebih besar dari pengeluaran,” ungkap Theo dalam sebuah video sebagaimana dikutip dari laman Instagram pribadinya, Sabtu (18/4/2026).
Menurut Theo, konsep ini sederhana, tetapi krusial. Tanpa surplus, tidak akan ada ruang untuk menabung, apalagi berinvestasi.
Surplus, kata dia, adalah titik awal dari semua strategi keuangan jangka panjang. Setelah memiliki surplus, banyak orang tergoda untuk langsung berinvestasi, bahkan mengambil risiko tinggi seperti kripto.
Namun, Theo justru mengingatkan agar tidak terburu-buru.
“Saving pertama pakenya buat apa? All in crypto? Bukan, teman-teman. Saving pertama bangunnya buat dana darurat. Ini fondasi keuangan,” tegasnya.
Dikatakan Theo, dana darurat menjadi lapisan perlindungan pertama yang harus dimiliki sebelum melangkah lebih jauh. Theo menyarankan untuk menghitung kebutuhan hidup bulanan, lalu mengalikannya dengan lima hingga enam bulan.
“Kalian lihat, sebulan biaya hidup kalian berapa, kalikan dengan 5 atau 6, kalian tabung uang segitu dulu. Kenapa? Itu fondasi keuangan,” jelasnya.
Alasannya, kata Theo, sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ketidakpastian ekonomi, risiko PHK, hingga bisnis yang bisa berhenti kapan saja membuat setiap orang perlu memiliki ‘pegangan’finansial.
“Kalau sampai itu terjadi, kalian masih punya dana darurat untuk hidup 5–6 bulan sampai mendapatkan income berikutnya,” tambah Theo.
Baca Juga: Theo Derick Soal Membangun Kekayaan Lewat Kebiasaan Menabung dan Investasi
Setelah fondasi ini kuat, lanjut Theo, barulah masuk ke tahap berikutnya, yakni meningkatkan penghasilan.
Theo pun mendorong untuk terus mengembangkan kemampuan dan mencari peluang tambahan agar pemasukan terus naik.
“Yang pertama paling penting cari saat hustle, tambahin earning kalian dari 5 ke-6 ke-7 ke-8 ke-9 ke-10,” tukasnya.
Dengan penghasilan yang meningkat, kata dia, ruang finansial akan semakin luas. Di sinilah peran kebiasaan menabung dan investasi mulai terbentuk.
“Fokusnya saving dan bangun habit investasi. Saving dan bangun habit investasi tercipta dari mana? Budgeting,” ungkapnya.
Menurut Theo, budgeting tidak harus rumit. Justru yang terpenting adalah konsistensi dalam mengatur arus uang, sehingga selalu ada porsi yang dialokasikan untuk masa depan.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya proteksi, khususnya di bidang kesehatan. Banyak orang menyepelekan hal ini, padahal biaya medis bisa menjadi salah satu pengeluaran terbesar yang tidak terduga.
“Prioritas pertama proteksi yang medical. BPJS boleh? Boleh, tapi kalau kalian punya dana lebih, tambahin. Nggak apa-apa, teman-teman,” paparnya.
Ketika semua dasar sudah terpenuhi, dana darurat aman, proteksi ada, dan kebiasaan menabung serta investasi berjalan, sambung Theo, barulah seseorang bisa naik ke level berikutnya.
Theo memberikan gambaran sederhana, dalam 6 bulan hingga 1 tahun, seseorang berhasil mengumpulkan dana hingga Rp10 juta. Lalu apa langkah selanjutnya?
“Perbesar uang nganggur buat apa? Beli iPhone? Bukan, teman-teman. Perbesar uang nganggur buat apa? Buat mulai bangun wealth generator kalian,” tandasnya.
Baca Juga: Theo Derick Ungkap Alasan Enggan Flexing Kekayaan