Pengamat komunikasi politik dan militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting mengatakan kemesraan politik antara Presiden Prabowo Subianto dengan keluarga Joko Widodo (Jokowi) sudah usai. Hubungan mereka kian berjarak setelah kasus ijazah Gibran Rakabuming Raka mengemuka.

Kasus ijazah Gibran kata Ginting menjadi momentum paling baik untuk mengakhiri kedekatan mereka, dia bilang sekarang saatnya Prabowo menendang jauh-jauh keluarga Jokowi untuk menyelamatkan karir politiknya. 

Baca Juga: AHY Disebut Ngebet Mau Jadi Wapres Pengganti Gibran, Demokrat Blak-blakan: Kalau Ada Kesempatan Harus Siap, tapi…

"Jadi kalau cuma Jokowi dan segala macam sudah saatnya menurut saya di 2026 ini sudah harus menyingkirkan itu. Era bulan madu dengan Jokowi ini sudah selesai. Apalagi dengan adanya kasus gibran," ujarnya dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Selasa (3/11/2026).

Dia mengatakan, saat ini Presiden Prabowo tengah menggodok 10 nama untuk dipilih menjadi Wakil Presiden menggantikan posisi Gibran Rakabuming Raka.

Dari 10 nama tersebut, dua nama yang paling potensial bakal diserahkan ke MPR RI untuk dipilih salah satu yang dianggap paling cocok duduk di kursi RI II.

“Saya kira ada sekitar 10-an nama yang sekarang sedang digodok juga oleh Prabowo untuk dimajukan sebagai dua calon yang akan dibawa ke MPR,” ujarnya.

Ginting mengatakan 10 nama ini berasal dari sejumlah partai politik dimana ada tiga kandidat dari PDI-Perjuangan dan beberapa kandidat lain dari parpol lain.

"Dari PDIP, antara lain, ada Ketua DPR RI Puan Maharani, mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jakarta Pramono Anung,” bebernya

Kemudian, dari Partai Golkar, ada Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Sementara itu, dari Partai Gerindra, ada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Selanjutnya, dari PAN, ada Menko Pangan Zulkifli Hasan; dari PKB, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin); serta dari Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Selain itu, ada pula dua sosok dekat Prabowo, yaitu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono serta Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

"Sangat mungkin ini semua," pungkasnya.

Adapun Gibran dianggap menjadi Wapres ilegal oleh sejumlah pihak, setelah Mahkamah Agung membatalkan surat keterangan (suket) penyetaraan ijazah SMA/SLTA miliknya yang dipakai dalam pendaftaran sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024 lalu.

Baca Juga: Resmi Jadi Wapres Ilegal, Gibran Cuma Punya Dua Pilihan, Mundur Terhormat atau Dimundurkan!

Putusan MA memperkuat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang sebelumnya menyatakan putra sulung Jokowi itu tak memiliki ijazah SMA.

Banyak pihak yang beranggapan bahwa dua putusan itu secara otomatis membatalkan status Gibran sebagai Wapres sebab ia cacat prosedur sejak awal.