Growthmates, bagi sebagian orang, berhemat identik dengan mengurangi frekuensi belanja atau menahan diri untuk tidak membeli barang yang diinginkan.
Namun, bagi Luna Maya dan para anggota Gank Mentri Ceria, berhemat justru bisa dilakukan dengan cara yang lebih sederhana, yakni memastikan setiap transaksi memberikan nilai lebih.
Salah satunya dilakukan Luna Maya melalui cashback. Artis sekaligus pengusaha tersebut mengaku telah mengumpulkan cashback hingga Rp1,6 juta hanya dari transaksi kebutuhan sehari-hari.
Menariknya, ia tidak perlu menunggu momen tertentu untuk mendapatkan keuntungan tersebut.
Cerita Luna menjadi salah satu obrolan menarik dalam live podcast Gank Mentri Ceria bersama Flip bertajuk Teman Hemat Tiap Hari.
Dalam acara yang berlangsung di dalam truk yang berkeliling Jakarta itu, Luna Maya bersama Ayu Dewi, Melaney Ricardo, Edric Tjandra, dan Iwet Ramadhan berbagi pengalaman tentang cara mereka mengatur pengeluaran tanpa harus berhenti menikmati berbagai hal yang disukai.
Bagi mereka, kebiasaan hemat bukan berarti selalu mencari barang dengan harga paling murah. Yang lebih penting adalah memastikan uang yang dikeluarkan sepadan dengan manfaat yang diperoleh.
Kebiasaan hemat masing-masing anggota Gank Mentri Ceria ternyata cukup beragam. Edric Tjandra, misalnya, mengaku memiliki kebiasaan memilih waktu tertentu ketika ingin berbelanja karena biasanya ada penawaran yang lebih menarik.
Kebiasaan tersebut tidak hanya berlaku untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga ketika membeli tiket pesawat. Menurutnya, mencari momentum yang tepat dapat membuat pengeluaran menjadi lebih efisien.
Sementara itu, Iwet Ramadhan memiliki pendekatan berbeda. Ia lebih senang mencari barang klasik atau seasonless yang tidak lekang oleh tren. Dengan begitu, barang tersebut bisa digunakan dalam jangka panjang tanpa harus terus membeli produk baru.
Keduanya memiliki prinsip yang kurang lebih sama: berhemat bukan semata-mata membeli sesuatu dengan harga termurah, melainkan mendapatkan nilai terbaik dari setiap transaksi.
Melaney Ricardo juga memiliki cara tersendiri untuk menjaga pengeluaran tetap terkendali. Baginya, kebiasaan hemat dimulai dari cara seseorang melihat fungsi sebuah barang.
Selama barang tersebut masih layak digunakan dan dapat menjalankan fungsinya dengan baik, Melaney tidak merasa harus menggantinya hanya karena ada produk baru atau tren yang sedang berkembang.
Prinsip tersebut bahkan disebut Ayu Dewi sebagai salah satu karakter Melaney yang sudah dikenal sejak lama.
“Bagiku, prinsip ‘modal sekecil-kecilnya, hasil sebesar-besarnya’ masih relevan sampai sekarang. Karena itu, aku cari barang fungsional, tapi kalau dipakai beberapa kali orang tidak terlalu mandang,” jelas Melaney.
Cara pandang tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan hemat tidak selalu berkaitan dengan promo atau diskon. Menggunakan barang secara maksimal dan tidak mudah tergoda mengganti sesuatu yang masih berfungsi juga menjadi bagian dari strategi mengelola pengeluaran.
Baca Juga: Flip Luncurkan Flip Kasir, Hadirkan Teknologi Soundbox untuk UMKM Indonesia