Direktur BCA, Haryanto T Budiman mengatakan ukuran kesuksesan tidak selalu soal materi, kekayaan dan jabatan, keberhasilan merawat hubungan baik dengan sesama juga menjadi salah satu indikator kesuksesan di masa depan.
Baginya individu yang sukses adalah mereka hidup tanpa penyesalan di masa tua, menikmati hidup tanpa beban penyesalan masa lampau.
Baca Juga: Bos BCA Bicara Soal Tipe-Tipe Pemimpin, Kamu yang Mana?
Untuk itu Haryanto berpesan kepada generasi muda supaya senantiasa menebar kebaikan kepada siapapun, kebaikan-kebaikan yang ditabur di masa sekarang bakal dituai di masa mendatang, ia berbuah manis yang datang dalam bentuk kebaikan lainnya yang diberikan orang lain.
"Pada saat kita sekarat, sakit parah, kita banyak penyesalan. Jangan sampai itu terjadi. Misalnya nih, aduh coba ya, saya sama anak saya dekat. Ini, saya sih dulu sama anak saya gara-gara saya berantem melulu, sekarang saya sekarat dia gak pernah datang. Aduh, jangan sampai ada penyesalan kayak gitu gitu. Aduh, coba ya saya sama karyawan saya itu baik, sekarang saya lagi sekarat begini gak ada yang nengokin," kata Haryanto dilansir Olenka.id Rabu (7/1/2026).
Haryanto mengatakan, bekerja keras di masa muda untuk membangun kekayaan dan kehidupan yang lebih mapan di masa tua adalah sesuatu yang baik, namun kerja keras saja tentu tidak cukup, ia mesti dibarengi dengan perbuatan baik. Kebaikan adalah investasi yang tidak bisa dinominalkan, namun ia sangat berharga.
"Hindari penyesalan, itu poin yang pertama. Jangan sampai Anda membuat sesuatu dalam hidup yang anda akan sesali di akhir kehidupan anda," ucapnya.
Kebaikan itu abadi, ia adalah investasi paling kekal, sementara kepemilikan harta kekayaan itu ada batasnya, setiap Individu bakal memasuki periode dimana mereka mesti melepas seluruh kekayaan mereka. Jadi hidup mesti dimanfaatkan untuk menabur kebaikan, memberi manfaat kepada orang lain.
"Pada saat kita meninggal dunia, yang diukur oleh Tuhan yang Maha Kuasa itu bukan kekayaan kita, bukan jabatan kita, bukan jumlah uang yang kita akumulasi selama hidup,” ujarnya.
Baca Juga: Ketika Direktur BCA Bicara Soal Work-Life Balance
“Tapi adalah berapa banyak orang-orang yang hidupnya kita sentuh, sehingga orang itu menjadi orang yang lebih baik. Itu fundamental sekali di mata saya, terlepas agama anda apa ya. Karena menurut saya ini isunya sungguh sangat fundamental dan sangat relevan bagi kita," pungkasnya.