Pengunduran diri Nanik S Deyang dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) masih menjadi sorotan publik. Nanik yang baru menjabat 45 hari memilih hengkang karena alasan kesehatan dinilai menjadi sesuatu yang tak wajar. Diyakini ada alasan lain yang melatarbelakangi keputusan itu.

Anggota MBG Watch Agus Arwono mengatakan, selama dimandatkan menjadi lembaga yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG), BGN menjadi lembaga yang diterpa ragam persoalan mulai dari kasus korupsi yang melibatkan pimpinan BGN sebelumnya hingga konflik kepentingan di lembaga itu. 

Baca Juga: Mulai Dikuliti, Benarkah Nanik Deyang Terlibat Korupsi MBG?

Untuk itu dia menilai bongkar pasang kepala BGN bukan solusi yang pas demi menuntaskan persoalan-persoalan pelik itu. Sejauh ini BGN dinilai masih belum berhasil membangun sistem tangguh untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut.

"Pengunduran diri Ibu Nanik tidak boleh hanya dilihat sebagai mekanisme administratif biasa atau sekadar karena alasan kesehatan. Ada peristiwa besar yang sedang terjadi di BGN, mulai dari dugaan korupsi, persoalan tata kelola MBG, pengadaan barang dan jasa, jual beli titik, hingga dugaan konflik kepentingan di SPPG," ujar Agus dilansir Kamis (23/7/2026).

Sebagai lembaga yang mengelola anggaran jumbo program MBG, BGN kata dia rawan dengan konflik kepentingan. Karenanya kepala BGN yang baru mesti datang dengan visi misi yang lebih jelas. Tata kelola BGN harus benar-benar dibenahi. Jika tidak masalah yang sama bakal kembali terjadi di kemudian hari.

"Kalau hanya sekadar melakukan suspend terhadap mitra atau menghentikan sementara saat libur sekolah, itu belum menyelesaikan masalah,” tegasnya.

Catatan MBG Watch, sejauh ini BGN punya tiga masalah pokok yang menjadi pekerjaan rumah bagi Kepala BGN yang baru, yakni: regulasi tak ketat dan hanya berpatokan pada peraturan presiden.

Kemudian petunjuk teknis yang kerap berubah sehingga menimbulkan ketidakpastian dalam pelaksanaan program dan yang terakhir adalah penguatan kelembagaan BGN yang dinilai masih belum memadai.

Ketimbang terus-terusan dipaksakan dan hanya menimbulkan persoalan baru, MBG Watch mendorong supaya program MBG dievaluasi total.  

"Kami meminta dilakukan audit investigatif, bukan hanya audit administrasi," tegas Agus.

Baca Juga: Sudaryono Bongkar Hubungannya dengan Nanik Deyang sebagai Keluarga: Beliau Itu Budenya Anak-anak Saya

Sebagaimana diketahui Presiden Prabowo langsung melantik Sudaryono menjadi menjadi Kepala BGN setelah menerima pengunduran diri Nanik. Pelantikan Sudaryono digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).