Menolak tugas tambahan dari atasan kerap menjadi dilema bagi banyak karyawan. Di satu sisi, beban pekerjaan yang menumpuk bisa membuat seseorang kewalahan.
Namun di sisi lain, penolakan terhadap tugas juga berpotensi menimbulkan kesan negatif di lingkungan kerja.
Direktur PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk, Sony Sutanto, menilai bahwa seorang karyawan sebaiknya tidak menolak pekerjaan dari atasan secara langsung.
Menurutnya, sikap tersebut dapat dianggap sebagai bentuk pembangkangan terhadap aturan organisasi.
“Sebenarnya kalau menolak pekerjaan dari atasan itu agak fatal, itu fatal. Itu sama dengan melawan atasan sebenarnya,” tutur Sony kepada Olenka, di Jakarta, baru-baru ini.
Meski demikian, Sony menekankan bahwa karyawan tetap perlu mengomunikasikan kondisi dan kapasitas kerja yang dimiliki, terutama ketika menerima banyak tugas dalam waktu bersamaan.
“Yang perlu adalah komunikasikan kenapa kita merasa harus menolak,” katanya.
Baca Juga: Apakah Kerja Keras Masih Jadi Indikator Loyalitas Karyawan? Ini Pandangan Sony Sutanto
Sony kemudian mencontohkan situasi ketika seorang karyawan menerima tambahan pekerjaan dari beberapa pihak sekaligus, termasuk dari sosok yang bukan atasan langsung.
“Contoh, tiba-tiba kita dapat tambahan pekerjaan dari tiga orang yang seperti atasan kita gitu. Bukan atasan resmi kadang-kadang malah,” jelasnya.
Dalam kondisi seperti itu, menurut Sony, komunikasi menjadi kunci utama agar pekerjaan tetap dapat berjalan tanpa menimbulkan kesalahpahaman.
“Kalau kita dapat tambahan pekerjaan seperti ini, kita harus sampaikan tangan kita cuma dua. Kita hanya bisa menyelesaikan satu per satu. Di antara bertiga atasan ini siapa yang merasa lebih penting pekerjaannya?” tutur Sony.
Penulis buku dan juga Cofounder Kafe KOMUKA ini pun menegaskan bahwa cara penyampaian sangat menentukan bagaimana sikap seorang karyawan dipersepsikan oleh atasan maupun rekan kerja.
“Kalau kita menolak atasan, itu kesannya kita membangkang. Itu nggak baik,” pungkasnya.
Baca Juga: Etiskah HR Memantau Akun Medsos Karyawan? Ini Penjelasan Sony Sutanto