Pekerjaan atau tugas tambahan kerap kali menjadi beban tersendiri bagi karyawan, apalagi tugas tambahan itu merupakan pekerjaan di luar job desk. Bahkan banyak karyawan berpandangan bahwa pekerjaan tambahan adalah momok yang sebisa mungkin dihindari dengan berbagai dalih. Acap kali pekerjaan tambahan dianggap sebagai upaya perusahaan memeras tenaga karyawan.
Kendati banyak yang berpandangan demikian, namun Direktur PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk, Sony Sutanto punya pandangan berbeda.
Dengan pengalamannya sebagai atasan di berbagai perusahaan ia menilai pemberian tugas tambahan adalah bentuk kepercayaan seorang atasan kepada bawahan.
Baca Juga: Siapa Indri Wahyuni Juri Kontroversial Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI?
Tidak semua karyawan bisa mendapat mandat tersebut. Mereka yang diembankan tugas-tugas tambahan adalah karyawan-karyawan terbaik, mereka adalah orang-orang pilihan di perusahaan tempat mereka bekerja.
“Jadi sebenarnya ketika ada seorang karyawan yang berkinerja bagus, mendapat tugas tambahan dari atasannya, sebenarnya ini adalah trust. Ini kepercayaan dari atasan. Kepercayaan ini nggak mudah untuk didapat dan tidak murah,” kata Sony kepada Olenka.id ditulis Selasa (12/5/2026).
Lantaran itu menjadi tanda bentuk kepercayaan atasan, maka cara pandang karyawan mesti diubah, tugas tambahan tak boleh dipandang sebagai beban itu adalah kesempatan emas sebagai ajang pembuktian diri. Apabila tugas tambahan itu dituntaskan dengan baik atau berhasil, maka perusahaan bakal mencatat nama-nama mereka yang terlibat, bisa jadi mereka dapat menjadi kandidat pemimpin di masa mendatang.
“Karena itu harusnya bawahan mengerti ketika dapat pekerjaan tambahan, ini adalah kesempatan. Karena pada saat kita dapat pekerjaan tambahan, kita diuji nih. Kemampuan kita diuji,” ujarnya.
“Kalau kita berhasil, berhasil demi keberhasilan yang kita catatkan, maka perusahaan akan tahu, manajemennya akan tahu bahwa kita punya potensi untuk promosi ke pekerjaan yang lebih besar,” tambahnya
Sebelum memutuskan menolak atau menerima tugas tambahan dari atasan, karyawan sebaiknya melihat secara cermat pekerjaan tersebut, dan yang terpenting karyawan mesti mampu mengukur tantangan serta tawaran profit dari pekerjaan tambahan itu. Apabila tantangan dan keuntungannya seimbang, maka karyawan sebaiknya berpikir dua kali untuk menolak pekerjaan tersebut.
Baca Juga: Jutaan Anak Tak Diimunisasi Sama Sekali, RI Masuk Daftar Zero Dose Bareng Ethiopia
“Jadi kalau kita dapat tambahan pekerjaan, yang penting adalah tantangannya menarik nggak. Kalau tantangannya menarik, tentengannya seimbang nggak. Jadi tantangan harus seimbang dengan tentengan. Yang menjadi masalah, kalau ada karyawan dengan kinerja baik, diakui, tapi reward dari perusahaan tidak seimbang,” pungkasnya.