Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera mengaktifkan posko penanggulangan bencana untuk mempercepat penanganan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.

Kepala BNPB, Suharyanto, mengatakan, pengaktifan posko menjadi langkah awal pemerintah untuk memastikan seluruh upaya penanganan bencana dapat dilakukan secara terkoordinasi.

Di saat yang sama, evakuasi dan pencarian korban menjadi prioritas utama, khususnya warga yang masih diduga terjebak di bangunan yang mengalami kerusakan atau roboh akibat gempa.

“Dalam rapat koordinasi tadi, kami sudah sepakat untuk segera mengaktifkan posko penanggulan bencana, jadi semua hal-hal ketentuan berkaitan dengan penanggulan bencana ini akan diaktifkan,” kata Suharyanto, saat konferensi pers secara daring, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Suharyanto, pemerintah tidak hanya berfokus pada pendataan dampak gempa, tetapi juga memastikan warga yang membutuhkan pertolongan dapat segera dievakuasi. Sejumlah laporan menyebut masih terdapat masyarakat yang terjebak di beberapa bangunan terdampak.

“Ada beberapa masyarakat yang disinyalir masih memerlukan pertolongan, ada yang terjebak di beberapa bangunan, ini menjadi sasaran awal dari tim penanganan bencana,” tuturnya.

Untuk mempercepat proses pencarian dan penyelamatan, tim gabungan yang terdiri atas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI, serta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan diterjunkan untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.

Tim tersebut akan memprioritaskan lokasi-lokasi yang berdasarkan informasi awal masih terdapat warga yang membutuhkan bantuan.

Setelah tahapan evakuasi dan penyelamatan selesai dilakukan, pemerintah akan melanjutkan penanganan terhadap berbagai fasilitas dan akses yang terdampak.

Pemulihan jalur transportasi menjadi salah satu perhatian karena gempa juga berpotensi menyebabkan akses masyarakat terganggu, termasuk akibat material longsor yang menutup sejumlah ruas jalan.

Baca Juga: Mengenal Prasanti Widyasih Sarli, Inovator AI yang Bisa Prediksi Keruntuhan Bangunan Akibat Gempa