Kementerian Pekerjaan Umum akan mengerahkan personel dan alat berat untuk membantu membuka kembali jalur transportasi yang terdampak.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilisasi tim penyelamat, distribusi bantuan, sekaligus akses warga menuju lokasi pengungsian maupun fasilitas pelayanan publik.
Di sisi lain, pemerintah juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan komunikasi di wilayah terdampak. Hingga Sabtu sore, belum ada laporan mengenai terganggunya sinyal telepon seluler maupun jaringan komunikasi di lokasi bencana.
“Untuk jalur-jalur komunikasi, sampai sekarang memang belum dapat laporan apakah sinyal HP, kemudian telepon, apakah ini terganggu. Tetapi tentu saja kami juga menyiapkan alat komunikasi cadangan,” ujar Suharyanto.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah telah menyiapkan sarana komunikasi alternatif, termasuk jaringan internet berbasis satelit Starlink.
Infrastruktur komunikasi cadangan tersebut dapat digunakan apabila jaringan komunikasi utama mengalami gangguan dan diperlukan untuk mendukung koordinasi proses evakuasi maupun penyaluran bantuan.
Pemerintah hingga kini masih melakukan penanganan dan pendataan dampak gempa yang berpusat di sekitar Kabupaten Nagekeo, NTT. Berdasarkan laporan BNPB hingga pukul 15.00 WIB, gempa tersebut telah menyebabkan 38 orang meninggal dunia.
Selain korban meninggal, dua orang dilaporkan mengalami luka berat dan 11 orang lainnya mengalami luka ringan. Sementara itu, sekitar 2.000 warga telah mengungsi secara mandiri ke lokasi yang dianggap lebih aman.
Data korban dan dampak kerusakan tersebut masih dapat berubah seiring berlangsungnya proses pencarian, evakuasi, serta pendataan di lapangan.
Pemerintah bersama tim gabungan terus memprioritaskan keselamatan warga, terutama mereka yang masih berada di dalam bangunan terdampak, sembari memastikan akses transportasi dan komunikasi dapat segera dipulihkan.
Baca Juga: Kenapa Indonesia Sering Dilanda Gempa?