Sosok Dody Hanggodo tergolong masih baru di pemerintahan wajar saja ia bukan politisi atau anggota partai politik, Dody datang dari kalangan profesional. Ia merupakan seorang insinyur dan pengusaha sukses di tanah kelahirannya di Mojokerto, Jawa Timur.

Usia karier laki-laki kelahiran 7 Februari 1966 itu di Pemerintahan baru seumur jagung, Dody baru dilantik pada 21 Oktober 2024 menjadi Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih besutan Presiden Prabowo Subianto.

Latar Belakang

Latar belakang keluarga Dody memang tidak dipublikasikan secara luas, namun diketahui masa kecilnya dihabiskan di beberapa tempat lantaran ia bersama orang tuanya sempat berpindah-pindah ke beberapa wilayah karena alasan yang tidak diketahui. 

Baca Juga: Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek Jadi Alarm Pembenahan Sistem Keselamatan Perkeretaapian Nasional

Pada 1997 Dody diketahui baru menuntaskan pendidikan Sekolah Dasar di SD Rajawali Banjarmasin. Ditahun kelulusannya itu Dody pindah ke Temanggung untuk melanjutkan studinya di SMP Negeri 2 Temanggung, ia lulus pada  1981. 

Dody kemudian melanjutkan pendidikannya di SMA Kolese De Britto Yogyakarta pada 1981 dan lulus pada 1984.

Dari  Yogyakarta, Dody kemudian pindah ke Bandung Jawa Barat dan melanjutkan pendidikannya Institut Teknologi Bandung. Ia fokus pada studi Teknik Perminyakan dan sukses merengkuh gelar insinyur pada 1989.

Setelah menyinggahi sejumlah wilayah di Indonesia, Dody kemudian terbang ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya, tujuannya kali ini adalah  Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam itu Dody melanjutkan kuliah di  The University of Tulsa, Oklahoma hingga sukses menyabet gelar Master of Petroleum Engineering (M.PE.) pada tahun 1992. 

Perjalanan Karier Dody

Jauh sebelum ditunjuk menjadi salah satu pejabat penting di negara ini, Dody telah melalui perjalanan panjang menata karier profesionalnya sektor perminyakan dan pengembangan bisnis. 

Awal mula perjalanan karier Dody dimulai di ASAMERA Oil Co. Sebuah perusahaan minyak asal Amerika Serikat yang sempat beroperasi di Indonesia.

Di perusahan asing itu Dody masuk sebagai Petroleum Engineer pada 1989. Kariernya langsung melesat, hanya berselang setahun ia telah percaya menduduki jabatan lain yakni sebagai Oil Field Production Supervisor. Jabatan itu ia emban dari 1990 hingga 1995.

Dody bukan tipe profesional yang kaku, ia adalah pribadi yang sangat fleksibel, makanya di tengah kesibukannya  di ASAMERA Oil Co. Ia masih mampu membagi waktu mengambil pekerjaan lain di luar perusahaan tersebut. 

Dody tercatat pernah menjabat posisi strategis di Citibank, N.A. pada medio 1993–1998 atau saat ia masih bergabung dengan  ASAMERA Oil Co.  Di Citibank, Dody dipercayakan mengemban tugas sebagai Assistant Vice President 

Setelah bertahun-tahun mendedikasikan diri perusahaan minyak AS dan Citibank. Dody kemudian putar haluan dan bergabung dengan Fajrindo Group. Ia bergabung dengan perusahaan tersebut pada 1999 hingga 2002 menjadi General Manager. 

Dody sempat bergabung dengan PT Tri Usaha Bhakti pada 2002 hingga 2004 dan menduduki jabatan Business Development Manager. Lalu ia pindah PT Wahana Krida Mandiri pada 2004 hingga 2006 dengan mengemban jabatan yang sama. 

Pada 2007 Dody tercatat bergabung dengan PT Dual Samudera Perkasa sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Pertambangan, Pengiriman, dan Perdagangan Batubara Internasional.  Di perusahaan itu ia menjabat Executive Vice President Marketing & Business Development hingga 2011. 

Baca Juga: Menteri Dody Pastikan Pembangunan Proyek Tanggul Laut Pantura

Setelah itu, ia diangkat sebagai Director Commercial & Business Development PT Indika Indonesia Resources masa jabatan 2011–2015. Dan terakhir, ia dipercaya sebagai Konsultan Bisnis PT Baramega Citra Mulia Persada (perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara) dan PT Prima Alam Gemilang (perusahaan gula) sampai tahun 2024.