Growthmates, selama bertahun-tahun, Bill Gates melihat kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai teknologi yang berpotensi membawa perubahan besar dalam berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga produktivitas.
Namun, optimisme tersebut berjalan beriringan dengan kekhawatiran yang semakin serius.
Gates menilai, dunia belum sepenuhnya siap menghadapi berbagai konsekuensi yang mungkin muncul akibat perkembangan AI, termasuk hilangnya lapangan pekerjaan, kejahatan siber, bioterorisme, manipulasi informasi, hingga kemungkinan munculnya sistem yang sulit dikendalikan manusia.
Kekhawatiran itu sebenarnya bukan hanya datang dari Gates. Sejumlah buku dalam beberapa tahun terakhir turut membahas sisi lain perkembangan AI, dari persoalan tata kelola dan konsentrasi kekuasaan hingga risiko ketika kecerdasan buatan berkembang melampaui kemampuan manusia untuk mengendalikannya.
Dan, dikutip dari Times Now News, Jumat (28/8/2026), berikut 5 buku yang dapat membantu memahami mengapa kekhawatiran terhadap AI semakin mendapat perhatian.
1. The Coming Wave karya Mustafa Suleyman dan Michael Bhaskar
Dalam The Coming Wave, Mustafa Suleyman bersama Michael Bhaskar membahas persoalan yang semakin sulit diabaikan, seperti perkembangan teknologi bergerak jauh lebih cepat daripada kemampuan pemerintah dan institusi untuk mengaturnya.
Buku ini mengeksplorasi perkembangan AI dan biologi sintetik, sekaligus berbagai insentif ekonomi dan politik yang mendorong kemajuan teknologi tersebut.
Suleyman tidak mengambil posisi sebagai pihak yang menolak teknologi. Sebaliknya, ia berusaha mencari cara agar inovasi tetap berkembang tanpa mengorbankan kemampuan masyarakat untuk mengendalikannya.
Menurut pandangannya, tantangan terbesar bukan sekadar bagaimana menciptakan teknologi yang semakin canggih, tetapi bagaimana memastikan teknologi tersebut tetap berada dalam batas yang dapat diawasi manusia.
Gates sendiri telah beberapa kali merekomendasikan buku ini. Salah satu alasan pentingnya adalah persoalan pengendalian teknologi, yang dipandang sebagai salah satu tantangan terbesar yang akan dihadapi masyarakat dalam beberapa dekade mendatang.
2. Empire of AI karya Karen Hao
Jika The Coming Wave banyak membahas tantangan pengendalian teknologi, Empire of AI karya Karen Hao membawa perhatian pada pertanyaan lain, siapa yang sebenarnya memiliki kekuasaan atas perkembangan AI?
Alih-alih berfokus pada skenario kiamat teknologi di masa depan, Hao melihat bagaimana kekuatan dan sumber daya AI telah terkonsentrasi sejak saat ini.
Melalui liputannya, ia mengulas perkembangan OpenAI, persaingan memperoleh sumber daya komputasi, serta berbagai infrastruktur manusia dan lingkungan yang menopang industri AI.
Buku ini mempertanyakan siapa yang memiliki hak dan kekuatan untuk menentukan arah teknologi yang semakin terintegrasi dalam kehidupan masyarakat.
Dengan demikian, risiko AI tidak hanya berasal dari kemungkinan munculnya mesin yang terlalu kuat. Ada pula risiko yang muncul ketika perusahaan dan organisasi yang mengembangkan teknologi tersebut memiliki kekuasaan yang semakin besar dan sulit ditantang.
Baca Juga: Ingin Sukses seperti Warren Buffett? Baca 6 Buku Rekomendasi Investor Legendaris Ini