Sebagai investor kawakan, Buffett membangun kekayaannya melalui strategi investasi jangka panjang dan keputusan bisnis yang dilakukan melalui Berkshire Hathaway.
Perusahaan tersebut berkembang menjadi salah satu konglomerasi terbesar di dunia dengan portofolio investasi di berbagai sektor. Kesuksesan Berkshire Hathaway turut menjadikan Buffett sebagai salah satu orang terkaya di dunia.
Meski demikian, kekayaan tersebut tidak serta-merta membuat Buffett menjalani gaya hidup mewah. Ia justru dikenal memiliki kebiasaan yang sederhana dan pendekatan yang praktis terhadap uang. Salah satu contohnya adalah bagaimana ia tidak merasa perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar untuk kebutuhan sehari-hari.
Isi dompet Buffett pun seolah menjadi gambaran kecil dari prinsip finansial yang selama ini melekat pada dirinya, yakni memiliki kekayaan besar tidak selalu berarti harus menghabiskannya untuk menunjukkan status atau kemewahan.
Berkshire Hathaway sendiri merupakan perusahaan induk konglomerasi yang dipimpin Buffett.
Perusahaan ini memiliki bisnis dan investasi di berbagai bidang, serta dikenal memiliki posisi keuangan yang sangat kuat. Pada kuartal ketiga 2024, Berkshire Hathaway dilaporkan memiliki kas dan setara kas dalam jumlah sekitar US$325 miliar.
Dengan rekam jejak investasi yang panjang dan kemampuan Berkshire Hathaway menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang, Buffett tetap menjadi salah satu sosok yang paling banyak dipelajari oleh investor di seluruh dunia.
Namun, kisah tentang isi dompetnya menunjukkan sisi lain dari sang investor legendaris: sederhana dalam kehidupan sehari-hari, meski memiliki kekayaan yang luar biasa besar.
Baca Juga: Bukan Cuma Soal Suksesi, Ini 7 Pelajaran Kepemimpinan dari Warren Buffett