Tak hanya itu, lanjutProf. Zubairi, dukungan dari keluarga dan hubungan sosial yang baik juga turut memberikan manfaat bagi kesehatan secara menyeluruh.
Dan, di tengah berbagai pilihan makanan yang menggoda, Prof. Zubairi juga mengingatkan bahwa konsumsi makanan berlemak tetap boleh dilakukan, tetapi harus dalam batas wajar.
Menurutnya, tidak ada larangan mutlak, selama tidak berlebihan dan tidak menjadi kebiasaan harian.
“Lemak boleh, daging berlemak boleh, tapi jangan terlalu sering. Sekali-sekali monggo,” tuturnya dengan nada menyeimbangkan antara anjuran dan kelonggaran.
Namun, sikap berbeda ia tekankan ketika berbicara soal alkohol. Dalam hal ini, Prof. Zubairi memberikan pesan yang jauh lebih tegas tanpa ruang kompromi.
“Sedangkan yang alkohol, itu semuanya hindari,” tegasnya.
Lebih jauh, ia mengajak masyarakat untuk melihat kesehatan bukan sebagai upaya menghindari semua risiko karena itu tidak mungkin, melainkan sebagai seni menyeimbangkan paparan antara hal yang berpotensi merugikan dan yang melindungi tubuh.
Menurutnya, kehidupan sehari-hari selalu menghadapkan manusia pada dua sisi: faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit dan faktor yang justru melindungi kesehatan.
Karena itu, kunci utamanya ada pada pola hidup yang dijalankan secara konsisten.
“Jadi memang di kehidupan ini kita akan selalu sehari-hari berhadapan dengan yang memudahkan sakit dan yang bisa mencegah sakit. Berpulang kepada kita semua, tentu yang terbaik adalah healthy living, gaya hidup yang sehat, itu yang harus ditegakkan,” pungkas Prof. Zubairi.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Kepanasan, Dokter Spesialis Jantung Ingatkan Heat Stroke Bisa Berujung Kematian