MenurutProf. Zubairi , gaya hidup memiliki peran penting terhadap risiko kanker payudara. Obesitas, kurang berolahraga, serta rendahnya konsumsi sayur dan buah merupakan sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit tersebut.
Selain gaya hidup, lanjutProf. Zubairi, faktor keturunan juga perlu mendapat perhatian.
Ia menuturkan, seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 memiliki risiko kanker payudara yang jauh lebih tinggi dibandingkan populasi umum.
"Kalau orang tua kita kanker payudara dan diperiksa ternyata mengandung mutasi genetik BRCA1 dan BRCA2, maka risiko anak-anaknya dan sampai ponakan untuk kanker itu tinggi, 70-80 persen. Tetapi itu hanya untuk yang ada mutasi BRCA1 dan BRCA2," kata Prof. Zubairi.
Terakhir, Prof. Zubairi pun menekankan pentingnya menerapkan pola hidup sehat sebagai salah satu langkah terbaik untuk membantu menurunkan risiko kanker.
"Jadi hidup sehat mencegah kanker," pungkasnya.
Baca Juga: 4 Tips Mencegah Penyakit Tulang dan Sendi pada Ibu Rumah Tangga Menurut Dokter Ahli