Infeksi saluran kemih (ISK) kerap menjadi keluhan yang dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan serius jika tidak ditangani dengan tepat.
Menanggapi pertanyaan masyarakat tentang apakah hubungan intim dapat menyebabkan ISK, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik, Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM, FINASIM., menegaskan pentingnya memahami terlebih dahulu perbedaan antara ISK dan penyakit menular seksual.
Menurut Prof. Zubairi, ISK merupakan infeksi yang terjadi pada saluran air kemih, berbeda dengan sexually transmitted infection (STI) atau penyakit menular seksual.
“Harus dibedakan dulu ISK dan STI. Jadi ISK itu infeksi saluran air kemih. Itu berbeda dengan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual,” jelas Prof. Zubairi, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Kamis (26/3/2026).
Prof. Zubairi memaparkan bahwa sebagian besar kasus ISK disebabkan oleh bakteri Escherichia coli yang secara alami berada di saluran pencernaan, khususnya usus. Dalam kondisi tertentu, bakteri ini dapat berpindah ke uretra dan memicu infeksi.
“Jadi kalau ISK sebagian besar penyebabnya adalah Escherichia coli. Itu banyak di saluran perut, di usus, kemudian bisa terkena uretra dan menyebabkan infeksi,” ujar Prof. Zubairi.
Lalu, bagaimana kaitannya dengan hubungan intim? Prof. Zubairi tidak menampik bahwa aktivitas seksual memang bisa menjadi salah satu faktor pemicu.
“Apakah hubungan seksual bisa menyebabkan ISK? Bisa, tetapi itu tergantung dari frekuensinya. Kalau terlalu sering itu bisa menyebabkan infeksi,” katanya.
Karena itu, ia sangat menganjurkan langkah pencegahan sederhana namun penting, yaitu buang air kecil setelah berhubungan intim.
“Amat sangat dianjurkan setiap kali hubungan seksual pipis. Jadi pipis segera setelah hubungan seksual,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar tidak menahan buang air kecil dan memperbanyak konsumsi cairan.
Baca Juga: Keputihan Tak Kunjung Sembuh, Benarkah Dipicu Pasangan ‘Jajan’ di Luar? Ini Penjelasan Dokter Ahli