Prof. Zubairi juga mengingatkan bahwa beberapa jenis kanker lain, seperti kanker ovarium, memiliki kecenderungan diturunkan dalam keluarga sehingga memerlukan perhatian khusus.

"Kalau ada banyak kanker payudara di keluarga, maka Anda wajib periksa dokter untuk screening kanker payudara berkala," tegasnya.

Selain riwayat keluarga, lanjut Prof. Zubairi, masyarakat juga dianjurkan mengikuti program skrining yang direkomendasikan pemerintah sesuai jenis kanker yang berisiko.

Untuk kanker serviks misalnya, pemeriksaan Pap smear dan vaksinasi HPV menjadi langkah penting dalam pencegahan.

"Kalau takut kanker serviks, karena kanker serviks di Indonesia banyak sekali, itu perlu periksa Pap smear. Demikian juga apakah Anda sudah vaksinasi HPV atau Human Papilloma Virus," katanya.

Sementara itu, untuk kanker hati yang dahulu banyak ditemukan di Indonesia, pemeriksaan hepatitis B juga sangat dianjurkan karena infeksi virus hepatitis B merupakan salah satu penyebab utama kanker hati.

"Dalam hal ini Anda perlu tes hepatitis B dan zat antibodinya. Apakah Anda sudah terinfeksi dan belum diobati? Apakah Anda sudah kebal? Itu akan menentukan tata laksana berikutnya," jelas Prof. Zubairi.

Prof. Zubairi pun menekankan bahwa tidak ada satu pemeriksaan yang paling baik untuk semua orang. Strategi yang tepat adalah mengenali risiko pribadi dan melakukan skrining yang sesuai.

"Intinya adalah no test is best. Tidak ada satu tes untuk merangkap semua. Jadi Anda harus melihat Anda risiko paling tinggi kanker apa. Nah itu kemudian yang perlu diperiksa," ujar Prof. Zubairi.

Di luar pemeriksaan medis, kata Prof. Zubairi, gaya hidup sehat tetap menjadi salah satu senjata utama untuk mencegah kanker. Prof. Zubairi mengingatkan bahwa obesitas, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker.

"Hampir semua orang yang obesitas beratnya 100 kilo atau lebih, kemudian hampir semua orang yang peminum alkohol dan perokok, itu risiko kankernya tinggi. Jadi berat badan harus turun, stop merokok, stop alkohol, kemudian mulai hidup sehat supaya kanker batal muncul," ungkapnya.

Prof. Zubairi pun menutup pesannya dengan mengingatkan pentingnya pola hidup sehat yang sederhana namun konsisten.

"Apa itu? Ya sayur, ya buah, ya olahraga, ya senang-senang," pungkas Prof. Zubairi.

Baca Juga: Tren Diabetes Usia Muda Meningkat, Ini Penjelasan Dokter Ahli