Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran sebesar Rp815,56 miliar untuk menyokong program pengadaan kompor listrik. Program itu dicanangkan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada LPG yang saat ini masih impor. 

Dengan dengan anggaran tersebut, Bahlil meyakini ketergantungan terhadap impor energi bakal turun drastis sebab pemerintah bisa mencari alternatif penggunaan bauran energi lain. 

Baca Juga: Bahlil Pastikan Harga Pertalite dan Biosolar Tak Bakal Naik

"Kompor listrik karena ini untuk kita mengurangi kebutuhan LPG, kita mencari untuk bauran energi lain. Jadi energi yang kita dorong ke depan tidak hanya tentang LPG, tapi kompor listrik, CNG, macam-macam yang kita buat itu sebesar Rp815,56 miliar," ujar Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat dilansir Rabu (`17/6/2026). 

Tak hanya minta anggaran kompor listrik, Bahlil juga mengusul anggaran pengadaan sepeda motor listrik sebesar  Rp635,24 miliar. Program ini termasuk dalam pagu indikatif untuk program strategis infrastruktur oleh Direktorat Jenderal Energi baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) sebesar Rp1.509 miliar.

"Ini saya pikir kita juga minta bantuan dari Bapak Ibu Anggota DPR untuk bisa tahu kompor listrik ini yang membutuhkan di daerah-daerah mana saja supaya bisa kita melakukan kerjasama dan sinkronisasi," ungkapnya.

Total anggaran yang diajukan Kementerian ESDM pada tahun 2027 adalah Rp27,33 triliun. Anggaran itu naik sebesar 26,11 persen dibandingkan anggaran pagu 2026 sebesar Rp21,67 triliun.

Baca Juga: Sedang Dicari Bahlil, Siapa Pencipta Lagu My Little Bolu Ketan?

Anggaran pagu indikatif tersebut terdiri dari alokasi untuk program strategis infrastruktur sebesar 82 persen atau Rp22,48 triliun, belanja operasional sebesar 13 persen atau Rp3,56 triliun, dan publik non fisik sebesar 5 persen atau Rp1,3 triliun.