Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari membeberkan alasan utama pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi Pertamax dan Pertamax Green. 

Dia mengatakan, salah satu alasan utamanya adalah gejolak global yang terjadi saat ini termasuk perang Timur Tengah yang menghambat distribusi serta memicu kenaikan harga minyak mentah.

Baca Juga: Tanggapi Kenaikan Pertamax, Ekonom Sebut Pertamina Harus Jaga Kepercayaan Investor Migas dan Keuangan Perusahaan

"Kalau soal BBM, faktor dari luar negeri sangat besar karena de facto kita sebagai bangsa ini memang ketinggalan," ujar Qodari kepada wartawan Minggu (14/6/2026).

Qodari mengakui Indonesia memang masih sangat bergantung pada pasokan minyak dari luar negeri, saat ini kata Presiden Prabowo tengah mencari cara untuk mengurangi ketergantungan tersebut. Indonesia kata dia sedang menuju kemandirian energi. 

"Bangsa ini harus mandiri. Bangsa ini harus maju. Lepas dari ketergantungan pangan, lepas dari ketergantungan energi. Itu kan semua (usaha) Pak Prabowo," katanya.

Qodari menyebut upaya melepas ketergantungan energi itu memang sulit dan menemui berbagai tantangan, namun pemerintah optimis dapat merealisasikan agenda tersebut, sebab di sektor lain pemerintah telah membuktikannya misalnya saja swasembada pangan.

"Soal energi pasti lebih sulit. Kenapa? Karena memang impor kita sangat besar. Kebutuhan kita sehari 1,6 juta liter tapi kita cuma bisa produksi 600 ribu," kata Qodari.

Untuk mengurangi kebergantungan tersebut, pemerintah mendorong pemanfaatan energi berbasis bahan baku domestik. Salah satunya melalui program biodiesel B50 untuk solar dan pengembangan campuran etanol E20 untuk bensin.

"Nah, ada macam-macam strategi yang dikerjakan oleh Pak Prabowo," ujar Qodari.

Kenaikan harga pertamax memicu kekhawatiran masyarakat yang sudah was-was dengan kenaikan harga BBM subsidi seperti pertalite dan solar yang diperkirakan bakal menyusul dalam waktu dekat.

Terkait itu, Qodari memastikan bahwa harga BBM subsidi tak bakal dinaikan sebagai bentuk komitmen pemerintah melindungi masyarakat kecil.

Baca Juga: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial

"Jangan lupa bahwa BBM di kita ini ada dua. Ada yang disubsidi, ada yang harga pasar. Yang disubsidi kan tidak naik, tetap," pungkasnya.