Dalam proses tumbuh kembang anak, peran ibu sering kali menjadi sorotan utama. Namun, di balik setiap tahap perkembangan anak, kehadiran ayah juga memegang peranan yang sangat penting dan tidak dapat diabaikan.
Keterlibatan ayah dalam pengasuhan bukan hanya berdampak pada kehidupan anak saat ini, tetapi juga membentuk karakter, kepercayaan diri, dan kualitas hubungan sosialnya di masa depan.
Psikolog Anak dan Keluarga, Samanta Elsener, M.Psi., Psikolog, menegaskan bahwa kehadiran ayah yang hangat dan penuh kasih sayang memberikan pengaruh besar terhadap kesehatan emosional anak.
"Keterlibatan ayah dalam pengasuhan itu sangat penting untuk kehidupan anak di masa yang akan datang. Kehadiran ayah yang tulus dan penuh kasih sayang itu memberikan anak validasi bahwa mereka berharga dan pantas untuk dicintai," ungkap Samanta, dikutip dari laman Instagram pribadinya, Senin (15/6/2026).
Menurut Samanta, validasi yang diberikan ayah membantu anak membangun rasa percaya diri dan harga diri yang sehat.
Anak yang merasa dicintai dan diterima oleh kedua orang tuanya cenderung tidak mudah mencari pengakuan atau perhatian dari lingkungan yang belum tentu memberikan pengaruh positif.
"Hal ini menurunkan risiko anak untuk mencari validasi atau perhatian dari sembarangan orang," lanjutnya.
Samanta menuturkan bahwa meskipun ibu sering menjadi figur yang paling dekat dengan anak dalam keseharian, ayah memiliki peran yang sama pentingnya dalam mendampingi setiap fase pertumbuhan dan perkembangan anak.
"Peran ibu mungkin memang akan tetap menjadi fokus utama dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Tapi, peran ayah dalam mendampingi dan membersamai ibu dalam setiap milestone perkembangan anak juga enggak kalah penting," kata Samanta.
Baca Juga: Psikolog Ungkap 6 Frasa yang Sering Diucapkan Orang Tua dan Bisa Membuat Anak Cemas saat Dewasa
Dijelaskannya, kolaborasi antara ayah dan ibu menciptakan lingkungan pengasuhan yang lebih seimbang. Anak tidak hanya mendapatkan kasih sayang dan perhatian, tetapi juga teladan mengenai kerja sama, komunikasi, dan dukungan dalam keluarga.
Lebih jauh, Samanta menyoroti bahwa banyak nilai kehidupan yang dipelajari anak dari figur ayah.
Mulai dari prinsip hidup, tanggung jawab, hingga kemampuan mengendalikan diri, semuanya terbentuk melalui interaksi dan contoh yang diberikan ayah dalam keseharian.
"Yang perlu digarisbawahi, anak belajar tentang nilai-nilai, prinsip, bagaimana cara bertanggung jawab, berani mengambil risiko, dan kontrol dirinya itu lebih banyak belajarnya dari ayahnya," jelas Samanta.
Karena itu, kata dia, keterlibatan ayah tidak harus selalu diwujudkan melalui waktu yang panjang, melainkan melalui kehadiran yang berkualitas, konsisten, dan penuh perhatian.
Menurut Samanta, saat ayah aktif terlibat dalam kehidupan anak, mereka tidak hanya menjadi sosok pelindung, tetapi juga panutan yang membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, percaya diri, dan memiliki karakter yang kuat.
“Kehadiran ayah yang hangat dan penuh kasih menjadi salah satu fondasi penting yang membantu anak merasa dicintai, dihargai, dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan,” tandasnya.
Baca Juga: Neurodiversity Bukan Kekurangan, Psikolog Ungkap Cara Memahami Anak dengan Lebih Empatik