Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperluas jangkauan layanan transportasi umum melalui pengembangan Transjabodetabek. Langkah ini bukan tanpa alasan.
Tingginya mobilitas masyarakat lintas wilayah setiap hari menjadi faktor utama di balik kebijakan tersebut.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menjelaskan bahwa kemacetan di Jakarta tidak bisa dilepaskan dari arus masuk jutaan orang dari wilayah penyangga.
Menurutnya, setiap pagi, Jakarta menjadi tujuan utama masyarakat untuk bekerja dan beraktivitas, lalu kembali ke daerah asal mereka pada sore hari.
“Jadi persoalan kemacetan di Jakarta, kenapa kemudian transportasi umumnya, konektivitasnya kami perluas menjadi Transjabodetabek,” ungkap Pramono saat ditemui Olenka, di Jakarta, baru-baru ini.
Menurut Pramono, sekitar empat juta orang memasuki Jakarta setiap hari kerja. Lonjakan mobilitas inilah yang memicu kepadatan lalu lintas, terutama pada jam sibuk pagi dan sore.
“Kenapa itu kami lakukan? Karena memang kemacetan selalu terjadi pada pagi hari atau sore hari ketika sekitar 4 juta orang masuk ke Jakarta dan kemudian kembali ke kediamannya masing-masing,” katanya.
Baca Juga: Putar Otak Atasi Banjir, Pramono Normalisasi Ciliwung yang Mangkrak Sejak Era Anies Baswedan