Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati mengaku praktik politik uang masih tumbuh subur di hajatan Pilkada 2024. Presiden ke-5 RI itu menyebut dirinya telah mendapat laporan mengenai dugaan pelanggaran tersebut, mirisnya kata dia praktik politik uang itu melibatkan sejumlah oknum aparatur negara.  

"Mereka memaksakan pasangan calon tertentu dengan berbagai intimidasi dan sekaligus iming-iming sembako gratis bahkan uang. Itu semua adalah bagian dari money politics,” kata Megawati dalam Dalam pesan video yang ditayangkan oleh Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, pada konferensi pers di Kantor DPP PDIP dilansir Kamis (21/11/2024). 

Baca Juga: Pilkada 2024 Rawan Politik Uang

Menurut Megawati, politik uang adalah perbuatan keji yang harus dilawan bersama, dia lantas meminta masyarakat supaya lebih bijak menggunakan hak politiknya, jangan sampai mereka salah memilih pemimpin hanya karena sembako dan iming-iming sejumlah uang yang nilainya tak seberapa. 

Megawati meminta masyarakat belajar dari  rakyat Ghana di Benua Afrika, secara terang-terangan menolak politik uang.

“Ketika ada yang mencoba menyuap rakyat dengan sembako gratis, mereka berani menolak dan mengatakan: Yang kami perlukan adalah pendidikan, sistem kesehatan yang lebih baik, serta pekerjaan. Mereka berbicara dengan penuh percaya diri,” ungkap Megawati.

Megawati melanjutkan, apabila salah memilih pemimpin maka dampaknya juga dirasakan masyarakat sendiri selama lima tahun, dia kembali mengimbau supaya menggunakan hak pilih secara bijak yakni memilih pemimpin sesuai hati nurani, bukan karena pengaruh politik uang. 

“Mencoblos hanya lima menit, namun dampaknya selama lima tahun. Pilihlah calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang terbaik, yang mampu memberikan jaminan masa depan rakyat,” ujarnya.

Baca Juga: Benarkah Jokowi Turun Gunung di Pilgub Jakarta Karena Posisi RK-Suswono Terancam?

Mengakhiri pidatonya, Megawati menegaskan bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan, sehingga kebebasan rakyat untuk bersuara tidak boleh direnggut oleh siapa pun.

"Vox Populi, Vox Dei –suara rakyat adalah suara Tuhan. Semoga Tuhan yang Maha Kuasa memberikan kekuatan dan perlindungan untuk perjuangan kita bersama,” pungkasnya.