Kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto kembali memunculkan cerita mengejutkan. Kali ini, muncul dugaan adanya sosok berpengaruh dari lingkaran politik yang ikut bermain di belakang layar. Seorang ketua umum partai politik yang disebut dekat dengan Solo bahkan diklaim memiliki kaitan dengan mantan Kapolri Jenderal (Purn) Listyo Sigit Prabowo.
Klaim tersebut disampaikan Host Obor Rakyat Reborn, Setiyardi Budiono, melalui sebuah tayangan video yang beredar di media sosial. Ia menyebut pihaknya memperoleh informasi dari sejumlah narasumber mengenai dugaan keterlibatan seorang ketua umum partai dalam perkara penyadapan terhadap Prabowo.
"Obor Rakyat mendapatkan informasi valid dari beberapa narasumber bahwa ada seorang ketua umum partai terlibat dalam kasus penyadapan kepada Presiden Prabowo," ungkap Setiyardi, dikutip Jumat (6/11/2026).
Baca Juga: Perintah Tegas Dasco ke Komisi III: Pantau Terus Si Listyo Sigit!
Setiyardi bahkan membeberkan dugaan pergerakan sang tokoh pada malam sebelum aparat melakukan penangkapan terhadap para tersangka. Menurut penuturannya, sekitar tiga jam sebelum operasi penangkapan berlangsung, intelijen disebut telah mendeteksi adanya rapat koordinasi di kawasan Widya Chandra, Jakarta.
Rapat tersebut, klaim Setiyardi, dihadiri belasan jenderal, termasuk sejumlah nama yang kemudian terseret dalam kasus dugaan penyadapan. Ia juga menyebut pertemuan semacam itu bukan kali pertama dilakukan dan sang ketua umum partai disebut kerap hadir.
"Penyidik sudah tahu sebetulnya rapat ini kerap dilakukan. Si ketua umum partai ini kerap hadir dalam rapat koordinasi tersebut," ujarnya.
Baca Juga: Cak Imin Ngamuk-Ngamuk Jadi Korban Listyo Cs: Sangat Kurang Ajar!
Meski begitu, Setiyardi memilih tidak mengungkap identitas tokoh yang dimaksud. Ia berdalih tetap menghormati kewenangan penyidik. Namun, sejumlah petunjuk yang disampaikannya justru memancing rasa penasaran publik.
"Pertama, ketua umum partai ini dikenal sangat dekat dengan Solo. Sangat dekat. Agak norak. Yang kedua, ketua umum partai ini hidupnya penuh dengan kontroversi," bebernya.
Pernyataan tersebut sontak membuka ruang spekulasi mengenai siapa sosok yang dimaksud. Meski demikian, identitas maupun dugaan keterlibatan ketua umum partai tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh aparat penegak hukum. Klaim Setiyardi juga masih perlu diuji melalui proses penyidikan.
Di sisi lain, perkara dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah perwira tinggi Polri memang tengah menjadi sorotan. Kabareskrim Polri Komjen Pol Asep Safrudin sebelumnya mengungkap dugaan operasi penyadapan yang berlangsung sepanjang 2025 hingga 2026 dan melibatkan sejumlah tersangka, termasuk Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta, serta Irjen Eko Hadi Santoso.
Menurut keterangan yang disampaikan dalam perkembangan perkara tersebut, dugaan penyadapan dilakukan tanpa dasar legalitas penegakan hukum yang semestinya. Para tersangka juga disebut melanggar ketentuan Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2010.
Dugaan operasi tersebut disebut tidak hanya menyasar ruang privasi Presiden Prabowo, tetapi juga sejumlah menteri hingga pimpinan redaksi media. Bahkan, para tersangka diduga menghapus jejak atau log penyadapan pada Oktober 2026 untuk menutupi aktivitas tersebut.
Atas dugaan perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 258 dan Pasal 332 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Nasional serta Pasal 32 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ancaman hukuman dalam perkara tersebut mencapai 10 tahun penjara.
Kini, perhatian publik tak hanya tertuju pada proses hukum terhadap para tersangka, tetapi juga pada klaim adanya tokoh politik yang diduga berada di balik operasi tersebut. Jika informasi yang disampaikan Setiyardi benar, siapa sebenarnya sosok ketua umum partai yang disebut-sebut dekat dengan Solo itu?