Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia di industri asuransi jiwa. Komitmen diwujudkan melalui kerja sama dengan PT Tata Consultancy Services (TCS) Indonesia, dalam pengembangan sistem sertifikasi yang selaras dengan standar BNSP bagi LSP AAJI serta AAJI Learning Management System (LMS). Di sisi lain, AAJI bersama LIMRA-LOMA meluncurkan program pacesetter untuk mempersiapkan pemimpin masa depan industri asuransi.
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, menyampaikan bahwa AAJI ingin membangun ekosistem sertifikasi dan pembelajaran yang mudah diakses serta mampu menjawab kebutuhan industri asuransi jiwa yang terus berkembang.
"Kami juga terus memperluas program pengembangan kepemimpinan bertaraf internasional untuk membantu perusahaan asuransi mempersiapkan talenta dan pemimpin masa depan. Oleh karena itu, dukungan TCS Indonesia dan LIMRA-LOMA merupakan bagian dari upaya AAJI untuk mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme SDM industri secara berkelanjutan," ungkap Albertus dalam keterangan resmi yang diterima Olenka pada Rabu (16/9/2026).
Ia menjelaskan, AAJI menggandeng PT Tata Consultancy Services (TCS) Indonesia untuk mendukung pengembangan dan implementasi Sistem Sertifikasi yang selaras dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi LSP AAJI serta AAJI Learning Management System (LMS). Inisiatif ini didukung oleh TCS iON, platform digital TCS untuk pembelajaran, asesmen, sertifikasi, dan pengembangan tenaga kerja.
Dalam kerja sama ini, TCS Indonesia juga berkolaborasi dengan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) untuk mendukung penyelenggaraan sertifikasi digital yang selaras dengan BNSP. Kolaborasi menggabungkan kapabilitas TCS iON dengan ekosistem digital dan jangkauan IOH untuk menghadirkan solusi yang dapat mendukung sertifikasi profesional dalam skala besar.
Saat ini anggota AAJI terdiri dari 56 perusahaan asuransi jiwa dan 6 perusahaan reasuransi, yang merupakan perusahaan nasional dan multinasional yang beroperasi di Indonesia. Dengan total tenaga pemasar pada Semester I 2026 mencapai 226.088 orang, AAJI akan memanfaatkan platform digital untuk mendukung pelaksanaan sertifikasi, perizinan, serta pengembangan profesional berkelanjutan.
Baca Juga: AAJI: Total Investasi Industri Asuransi Jiwa Tumbuh Positif, Tembus Rp564,42 Triliun per Juni 2026
Platform terintegrasi ini diharapkan dapat menyederhanakan proses, memperluas akses terhadap pembelajaran terstruktur, dan meningkatkan efisiensi pengujian kompetensi bagi para profesional asuransi. Kolaborasi AAJI, TCS Indonesia, dan IOH diharapkan dapat meningkatkan standar profesional serta mendukung pengembangan tenaga kerja yang lebih terampil dan tersertifikasi di industri asuransi jiwa Indonesia.
Director & Country Head, TCS Indonesia, Badrinathan Subramanian, mengatakan, ”Seiring dengan semakin banyaknya organisasi yang mencari pendekatan yang agile dan berbasis teknologi dalam pengembangan tenaga kerja, ekosistem sertifikasi dan pembelajaran digital menjadi enabler yang semakin penting bagi pertumbuhan. Melalui solusi asesmen dan pembelajaran, kami berharap dapat mendukung AAJI dalam membangun platform yang siap menghadapi masa depan dan memberdayakan para profesional di seluruh sektor asuransi jiwa Indonesia.”
AAJI Luncurkan Pacesetter Program untuk Mempersiapkan Pemimpin Keagenan Masa Depan Industri Asuransi
AAJI meluncurkan Program Pacesetter bersama LIMRA-LOMA, program pengembangan agency leader berstandar internasional untuk memperkuat kompetensi profesional dan calon pemimpin keagenan di industri asuransi Indonesia.
Program ini merupakan tindak lanjut kerja sama AAJI dengan berbagai mitra strategis melalui Centre of Excellence AAJI, sekaligus bagian dari upaya menghadirkan pengembangan kompetensi dan kepemimpinan berstandar internasional yang relevan dengan kebutuhan industri asuransi Indonesia.
Program Pacesetter juga sejalan dengan POJK Nomor 34 Tahun 2024 tentang Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia bagi Perusahaan Perasuransian, yang mendorong pengembangan kompetensi SDM secara berkelanjutan melalui pendidikan, pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan pengembangan kepemimpinan. Regulasi tersebut juga mengakui sertifikasi profesi global yang diterbitkan institusi internasional yang diakui dan terdaftar di OJK.
Senior Managing Director and Business Head, SEA and India, LL Global Services, Inc., Premraj Thuraisingam, menjelaskan, “Untuk mewujudkan para agen atau distributor pemasaran asuransi yang profesional, dibutuhkan para sales leader yang mumpuni. Inilah esensi Program Pacesetter, sebuah program pengembangan kepemimpinan dan sales management bagi para pemimpin tim penjualan. Program ini dikembangkan sebagai bagian dari tanggung jawab industri dalam memperkuat perlindungan konsumen melalui penciptaan pemimpin tenaga pemasar yang profesional dan bertaraf internasional.”
Melalui Program Pacesetter, AAJI dan LIMRA-LOMA berharap dapat mendukung perusahaan asuransi dalam meningkatkan kompetensi SDM sekaligus mempersiapkan agency leader dan tenaga distribusi yang profesional, berorientasi pada perlindungan konsumen, serta memiliki kompetensi yang diakui secara internasional.
”Kesiapan insan industri menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan ekosistem asuransi jiwa. Dengan SDM yang berpengetahuan, kompeten, dan adaptif, kami yakin industri dapat terus menjaga relevansinya serta menjawab kebutuhan keluarga Indonesia,” tutup Albertus.
Sejalan dengan tema AAJI tahun ini, “Menjaga Kepercayaan, Mengukir Makna”, AAJI meyakini bahwa kepercayaan masyarakat hanya dapat dibangun melalui profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh pelaku industri.