Growthmates, di era media sosial dan banjir informasi, topik nutrisi dan kesehatan sering kali dipenuhi mitos yang terdengar meyakinkan, tetapi belum tentu benar. Sayangnya, informasi yang keliru dapat membuat seseorang mengambil keputusan yang justru merugikan kesehatannya.

Padahal, pemahaman nutrisi yang tepat berdasarkan bukti ilmiah sangat penting untuk menjaga kualitas hidup dan mencegah berbagai penyakit.

Dikutip dari Times of India, Selasa (13/1/2026), berikut 9 mitos nutrisi yang masih banyak dipercaya, sekaligus meluruskannya agar Anda dapat membuat pilihan yang lebih bijak untuk kesehatan jangka panjang.

1. Kurus Berarti Sehat

Banyak orang mengira tubuh kurus identik dengan tubuh sehat. Faktanya, tidak selalu demikian.

Indeks Massa Tubuh (IMT/BMI) hanya menggambarkan perbandingan berat dan tinggi badan, bukan kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Seseorang bisa saja terlihat kurus, tetapi memiliki massa otot rendah, kekurangan gizi, atau jarang beraktivitas fisik.

Kesehatan sejati ditentukan oleh banyak faktor, termasuk pola makan, kebugaran fisik, kualitas tidur, serta kesehatan mental.

2. Diet Detoks dan Pembersihan Tubuh Meningkatkan Kesehatan

Diet detoks sering dipromosikan sebagai cara 'membersihkan racun' dari tubuh. Padahal, tubuh manusia sudah memiliki sistem detoks alami yang sangat canggih, yaitu hati, ginjal, paru-paru, dan kulit.

Alih-alih mengikuti program pembersihan ekstrem yang berisiko menyebabkan kekurangan nutrisi, pola makan seimbang berbasis makanan utuh seperti sayur, buah, protein berkualitas, dan lemak sehat, jauh lebih efektif dan aman untuk kesehatan.

3. Makan Sebelum Tidur Menyebabkan Kenaikan Berat Badan

Mitos ini cukup populer, tetapi tidak sepenuhnya benar. Penambahan berat badan tidak ditentukan oleh waktu makan, melainkan oleh total asupan kalori dan kualitas makanan sepanjang hari.

Jika kebutuhan kalori harian tetap terpenuhi dengan baik, mengonsumsi camilan sehat sebelum tidur seperti yogurt atau buah tidak otomatis membuat berat badan naik.

4. Semua Lemak Itu Buruk

Lemak sering dianggap musuh utama kesehatan. Padahal, tubuh justru membutuhkan lemak untuk menyerap vitamin, memproduksi hormon, dan menjaga fungsi sel.

Lemak tak jenuh yang terdapat pada alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun terbukti bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Yang perlu dibatasi adalah lemak trans dan lemak jenuh berlebihan, bukan semua jenis lemak.

Baca Juga: Membongkar 7 Mitos Kesehatan Wanita dan Fakta yang Perlu Diketahui