5. Sayuran Mentah Selalu Lebih Sehat

Sayuran mentah memang kaya nutrisi, tetapi bukan berarti selalu lebih unggul. Proses memasak tertentu justru dapat meningkatkan ketersediaan zat gizi, seperti likopen pada tomat atau karotenoid pada wortel.

Kombinasi sayuran mentah dan matang adalah pilihan terbaik untuk mendapatkan manfaat nutrisi secara optimal.

6. Karbohidrat Adalah Musuh

Karbohidrat sering disalahkan sebagai penyebab utama kenaikan berat badan. Padahal, karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh.

Karbohidrat kompleks dari biji-bijian utuh, buah, dan sayuran sangat penting untuk kesehatan.

Masalah sebenarnya berasal dari karbohidrat olahan, seperti gula tambahan dan tepung putih, yang dikonsumsi berlebihan.

7. Jus dan Smoothie Selalu Sehat

Tidak semua jus dan smoothie otomatis menyehatkan. Banyak produk jus mengandung gula tinggi dan rendah serat, sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.

Mengonsumsi buah utuh lebih dianjurkan karena kandungan seratnya membantu rasa kenyang dan kesehatan pencernaan.

Jika memilih smoothie, perhatikan bahan yang digunakan dan hindari tambahan gula berlebih.

8. Makanan Laut Tangkapan Liar Selalu Lebih Baik

Ikan hasil tangkapan liar sering dianggap lebih unggul dibanding ikan budidaya. Kenyataannya, keduanya bisa sama-sama bergizi.

Faktor penentu kualitas nutrisi adalah jenis ikan, cara budidaya atau penangkapan, metode pengolahan, serta pola makan secara keseluruhan.

Ikan budidaya yang dikelola dengan baik tetap merupakan sumber protein dan omega-3 yang baik.

9. Harus Minum Delapan Gelas Air Sehari

Aturan minum delapan gelas sehari sebenarnya bukan standar mutlak. Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, tergantung usia, aktivitas, kondisi kesehatan, dan iklim.

Sebagai gambaran, Harvard menyebutkan kebutuhan cairan rata-rata sekitar 15 gelas per hari untuk pria dan 11 gelas untuk wanita, termasuk cairan dari makanan dan minuman lain.

Indikator terbaik hidrasi adalah rasa haus yang terkontrol dan warna urine kuning pucat.

Baca Juga: Mitos atau Fakta: Risiko Stroke Hanya Mengintai Penderita Tekanan Darah Tinggi?