'Percayai usus Anda' bukan lagi sekadar nasihat intuitif. Memasuki tahun 2026, semakin banyak orang memahami bahwa kesehatan pencernaan berkaitan erat dengan energi harian, suasana hati, hingga daya tahan tubuh.

Dr. Joseph Salhab bahkan menyebut usus sebagai otak kedua tubuh. Pernyataan itu masuk akal, sebab triliunan bakteri yang hidup di saluran cerna berkomunikasi langsung dengan sistem saraf dan imun, memengaruhi bagaimana kita merasa setiap hari.

Tren tahun ini bergerak kembali ke arah makanan utuh dan alami. Berbagai ahli sepakat untuk melupakan metode pembersihan ekstrem maupun suplemen mahal yang menjanjikan keajaiban instan.

Menyehatkan usus pun dapat dimulai dari bahan sederhana yang mudah ditemukan di pasar lokal dan dapur rumah.

1. Kurma Segar

Kurma segar tengah naik daun sebagai camilan sehat. Buah ini kaya serat larut yang berperan sebagai prebiotik, yakni sumber makanan bagi bakteri baik di usus.

Konsumsi kurma membantu menjaga pencernaan tetap teratur tanpa memicu kembung berlebihan. Rasa manis alaminya juga membuat kurma kerap disarankan sebagai pengganti pencuci mulut olahan, terutama pada sore hari ketika energi mulai menurun.

Kandungan kalium, magnesium, dan antioksidan di dalamnya turut mendukung hidrasi tubuh serta pemulihan otot.

2. Sayuran Fermentasi

Makanan fermentasi kembali mendapatkan tempat terhormat. Acar yang dibuat dengan air garam, bukan cuka, memungkinkan sayuran seperti mentimun dan wortel mengembangkan kultur bakteri hidup.

Kultur inilah yang membantu menyeimbangkan mikrobioma usus dan mempermudah proses pemecahan makanan.

Acar tradisional India rumahan tanpa pengawet dikenal sangat ampuh meningkatkan keragaman bakteri usus.

Menambahkan satu atau dua sendok kecil acar di samping makan siang dapat memberi efek nyata pada kesegaran tubuh dan kenyamanan pencernaan dalam jangka panjang.

Baca Juga: 10 Makanan yang Efektif Mencegah Kanker Usus Besar Menurut Ahli Gastroenterologi