Pemerintah Indonesia terus mendorong penguatan ekonomi nasional melalui kebijakan pengurangan hingga penghentian impor sejumlah komoditas strategis. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada pasokan luar negeri sekaligus memperkuat kemandirian pangan dan energi.

Sejumlah komoditas bahkan disebut telah atau tengah menuju fase penghentian impor, seiring dengan peningkatan produksi dalam negeri dan dukungan kebijakan pemerintah. Berikut tujuh komoditas yang menjadi fokus:

1. Daging Ayam dan Telur

Komoditas protein hewani ini dinilai telah memiliki ketahanan produksi yang kuat di dalam negeri. Industri peternakan nasional mampu menjaga pasokan tetap stabil, sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi tanpa ketergantungan impor.

2. Beras

Sejak 2025, Indonesia diklaim telah mencapai swasembada beras. Pencapaian ini mendorong pemerintah untuk menghentikan impor beras secara penuh, sekaligus memperkuat produktivitas petani lokal dan menjaga stabilitas pasokan nasional.

Baca Juga: Pede! Mentan Pede Indonesia Ekspor Beras Tahun Ini

3. Jagung

Kebutuhan jagung nasional juga disebut telah dipenuhi dari produksi domestik. Peningkatan hasil panen serta perbaikan sistem distribusi menjadi faktor utama yang mendukung pengurangan hingga penghentian impor komoditas ini.

4. Gula

Gula menjadi salah satu komoditas yang mulai diarahkan untuk tidak lagi bergantung pada impor. Pemerintah menilai produksi dalam negeri memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan, sehingga kebijakan pembatasan hingga penghentian impor mulai diterapkan pada 2026.

Baca Juga: Prabowo Bicara Bahaya Ketergantungan Impor

5. Kedelai

Sebagai bahan baku utama tahu dan tempe, kedelai memiliki tingkat konsumsi yang tinggi di Indonesia. Meski sempat mengalami tekanan harga, pemerintah mendorong peningkatan produksi lokal sebagai langkah menuju pengurangan impor komoditas ini.

6. Solar

Di sektor energi, pemerintah menargetkan penghentian impor solar dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya domestik, terutama melalui pengembangan berbasis kelapa sawit. Upaya ini diproyeksikan mampu mengurangi ketergantungan impor dalam beberapa tahun ke depan.

7. Bahan Bakar Minyak (BBM)

Selain solar, pemerintah juga menargetkan pengurangan hingga penghentian impor bahan bakar minyak secara bertahap dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian energi sekaligus mengurangi tekanan terhadap neraca keuangan Pertamina.

Secara keseluruhan, kebijakan penghentian impor ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional, baik di sektor pangan maupun energi. Meski demikian, keberhasilannya tetap bergantung pada konsistensi produksi dalam negeri, stabilitas distribusi, serta kesiapan infrastruktur pendukung di berbagai sektor.