Growthmates, pasar saham global terus menghadapi tekanan sepanjang tahun ini. Mulai dari euforia kecerdasan buatan (AI) yang sempat mendorong reli saham teknologi, aksi jual besar-besaran di sektor IT, hingga konflik di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak dan mengguncang pasar keuangan dunia.
Di tengah tingginya volatilitas tersebut, pelajaran tentang investasi ternyata bisa datang dari tempat yang tak terduga, yakni karya sastra klasik Yunani, The Odyssey.
Kisah perjalanan panjang Odysseus untuk kembali ke kampung halamannya mengajarkan pentingnya disiplin, kesabaran, serta kemampuan bertahan menghadapi berbagai rintangan. Nilai-nilai tersebut masih relevan bagi investor modern yang harus menghadapi dinamika pasar setiap hari.
Terlebih, adaptasi film The Odyssey garapan Christopher Nolan kembali mengangkat kisah epik tersebut ke perhatian publik.
Dan, dikutip dari The Economic Times, Senin (3/8/2026), berikut 6 pelajaran investasi yang dapat dipetik dari perjalanan Odysseus.
1. Perjalanan Menuju Tujuan Tidak Pernah Mudah
Odysseus, Raja Ithaca, meninggalkan kerajaannya untuk mengikuti Perang Troya selama 10 tahun. Setelah perang berakhir, ia berharap bisa segera pulang. Namun kenyataannya, perjalanan kembali ke rumah justru memakan waktu satu dekade lagi.
Selama perjalanan, ia menghadapi berbagai rintangan, mulai dari badai, amukan Poseidon, raksasa bermata satu Polyphemus, penyihir Circe yang mengubah awak kapalnya menjadi babi, hingga monster laut dan pusaran air yang merenggut nyawa sebagian besar anak buahnya.
Odysseus bahkan sempat ditahan nimfa Calypso selama tujuh tahun dengan tawaran kehidupan abadi. Setelah 20 tahun berlalu, ia akhirnya berhasil kembali ke Ithaca, meski masih harus merebut kembali kerajaannya sebelum berkumpul dengan keluarganya.
Perjalanan panjang tersebut menjadi gambaran bahwa mencapai tujuan besar membutuhkan ketekunan dan daya tahan. Begitu pula dalam investasi, membangun kekayaan bukanlah proses instan.
2. Jangan Mudah Terbawa Euforia Pasar
Salah satu adegan paling terkenal dalam The Odyssey adalah saat Odysseus harus melewati pulau para Siren, makhluk yang memikat para pelaut melalui nyanyian indah hingga membawa mereka menuju kehancuran.
Untuk menghindari godaan tersebut, Odysseus memerintahkan seluruh awak kapal menutup telinga mereka dengan lilin lebah. Sementara dirinya diikat kuat pada tiang kapal agar tidak tergoda mengikuti suara para Siren.
Bagi investor, nyanyian Siren dapat dianalogikan sebagai euforia pasar, mulai dari saham yang sedang viral, saham meme, rumor investasi, hingga kepanikan ketika pasar mengalami koreksi tajam.
Pelajaran utamanya adalah pentingnya memiliki disiplin investasi dan tetap berpegang pada strategi yang telah disusun, tanpa mudah terpengaruh sentimen jangka pendek.
3. Nilai Investasi Dibangun dalam Jangka Panjang
Perjalanan Odysseus menuju rumah membutuhkan waktu selama 20 tahun. Meski berkali-kali mengalami kegagalan dan kemunduran, ia tidak pernah kehilangan fokus terhadap tujuan akhirnya.
Prinsip yang sama berlaku dalam investasi saham. Pergerakan harga dalam jangka pendek memang sering kali dipenuhi volatilitas, tetapi nilai investasi sesungguhnya umumnya terbentuk melalui proses jangka panjang.
Pendekatan ini sejalan dengan filosofi investor legendaris Warren Buffett yang lebih memilih berinvestasi pada perusahaan dengan fundamental kuat, pendapatan stabil, dan memiliki margin keamanan yang memadai dibanding mengejar tren pasar sesaat.
Baca Juga: Warren Buffett Ungkap Investasi Terbaiknya Sepanjang Masa, Ternyata Bukan Saham!