4. Susu Kedelai Tawar

Susu kedelai tanpa tambahan gula dapat menjadi pilihan minuman pagi karena mengandung protein nabati yang membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.

Menjaga berat badan tetap sehat merupakan salah satu bagian penting dalam menurunkan risiko penyakit ginjal kronis. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi protein nabati dalam jumlah lebih tinggi berkaitan dengan penurunan risiko penyakit ginjal kronis hingga 23 persen.

Meski begitu, orang yang sudah memiliki penyakit ginjal perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi susu kedelai secara rutin. Kandungan kalium dan fosfor di dalamnya mungkin perlu dibatasi, tergantung kondisi fungsi ginjal masing-masing.

Baca Juga: 4 Gejala Ginjal Rusak yang Bisa Terlihat dari Perubahan Urine

5. Kefir

Kefir merupakan minuman fermentasi yang menyerupai yoghurt dan mengandung protein, kalsium, serta probiotik.

Minuman fermentasi seperti kefir berpotensi membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus. Hal ini menarik perhatian para peneliti karena terdapat hubungan antara kesehatan usus dan kesehatan ginjal yang dikenal sebagai gut-kidney axis atau sumbu usus-ginjal.

Ketidakseimbangan bakteri di dalam usus diduga dapat berhubungan dengan peradangan serta produksi senyawa tertentu yang berpotensi memengaruhi kesehatan ginjal.

Meski demikian, penelitian mengenai hubungan tersebut masih terus berkembang.

6. Teh Hitam

Pilihan lainnya adalah teh hitam. Selain membantu memenuhi kebutuhan cairan, teh hitam mengandung flavonoid, yakni senyawa tumbuhan dengan sifat antioksidan yang dikaitkan dengan kesehatan jantung dan ginjal.

Sebuah penelitian pada 2023 menemukan bahwa konsumsi teh berkaitan dengan risiko cedera ginjal akut yang lebih rendah. Manfaat paling besar dalam penelitian tersebut terlihat pada konsumsi sekitar 3,5 cangkir teh per hari.

Namun, penelitian tersebut bersifat observasional sehingga belum dapat membuktikan bahwa konsumsi teh secara langsung menyebabkan penurunan risiko cedera ginjal akut.