Menjaga kesehatan ginjal tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar. Kebiasaan sederhana seperti memastikan tubuh cukup terhidrasi dan memilih minuman yang tepat juga dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat.
Ginjal membutuhkan cairan yang cukup untuk membantu menyaring limbah dari tubuh. Karena itu, pilihan minuman yang dikonsumsi setiap hari, termasuk pada pagi hari, patut diperhatikan.
Namun, bukan berarti semua minuman memiliki manfaat yang sama. Minuman dengan tambahan gula berlebihan, misalnya, justru dapat meningkatkan risiko sejumlah masalah kesehatan yang berkaitan dengan penyakit ginjal kronis.
Dikutip dari Health pada Selasa (18/08/2026), berikut enam minuman yang dapat menjadi pilihan pada pagi hari untuk mendukung kesehatan ginjal:
Baca Juga: Diabetes dan Hipertensi Tingkatkan Risiko Penyakit Ginjal Kronis, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai
1. Air Putih
Air putih tetap menjadi pilihan paling sederhana untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Asupan air yang cukup membantu ginjal bekerja dan menyaring limbah dengan baik.
Ahli gizi Caitlin Beale, MS, RDN, mengatakan air putih juga dapat membantu mengencerkan urine dan menekan hormon yang jika meningkat secara kronis dikaitkan dengan penurunan fungsi ginjal.
Berbeda dengan minuman manis, air putih tidak mengandung gula tambahan yang dapat berkontribusi terhadap faktor risiko penyakit ginjal kronis, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.
2. Kopi
Kopi juga dapat menjadi bagian dari rutinitas pagi yang mendukung kesehatan ginjal, terutama jika dikonsumsi tanpa tambahan gula atau sirup dalam jumlah berlebihan.
Sejumlah penelitian mengaitkan konsumsi kopi dan kafein dengan kemungkinan lebih rendah mengalami penyakit ginjal kronis.
Baca Juga: Jus Jeruk vs Kopi: Mana Minuman Pagi yang Lebih Sehat untuk Tubuhmu?
Meski demikian, konsumsi kafein tetap perlu diperhatikan. Pada sebagian orang, asupan kafein berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah. Jika berlangsung dalam jangka panjang, tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah di ginjal.
3. Teh Hijau
Teh hijau tanpa pemanis bisa menjadi alternatif bagi mereka yang ingin mengurangi konsumsi kopi. Selain membantu memenuhi kebutuhan cairan, teh hijau mengandung polifenol, termasuk katekin, yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Senyawa tersebut juga dapat membantu mendukung kesehatan pembuluh darah.
Menurut Caitlin, kandungan kafein dalam teh hijau juga relatif lebih rendah dibandingkan kopi. Satu cangkir teh hijau mengandung sekitar 29 miligram kafein sehingga bisa menjadi pilihan bagi orang yang lebih sensitif terhadap kafein.
4. Susu Kedelai Tawar
Susu kedelai tanpa tambahan gula dapat menjadi pilihan minuman pagi karena mengandung protein nabati yang membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Menjaga berat badan tetap sehat merupakan salah satu bagian penting dalam menurunkan risiko penyakit ginjal kronis. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi protein nabati dalam jumlah lebih tinggi berkaitan dengan penurunan risiko penyakit ginjal kronis hingga 23 persen.
Meski begitu, orang yang sudah memiliki penyakit ginjal perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi susu kedelai secara rutin. Kandungan kalium dan fosfor di dalamnya mungkin perlu dibatasi, tergantung kondisi fungsi ginjal masing-masing.
Baca Juga: 4 Gejala Ginjal Rusak yang Bisa Terlihat dari Perubahan Urine
5. Kefir
Kefir merupakan minuman fermentasi yang menyerupai yoghurt dan mengandung protein, kalsium, serta probiotik.
Minuman fermentasi seperti kefir berpotensi membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus. Hal ini menarik perhatian para peneliti karena terdapat hubungan antara kesehatan usus dan kesehatan ginjal yang dikenal sebagai gut-kidney axis atau sumbu usus-ginjal.
Ketidakseimbangan bakteri di dalam usus diduga dapat berhubungan dengan peradangan serta produksi senyawa tertentu yang berpotensi memengaruhi kesehatan ginjal.
Meski demikian, penelitian mengenai hubungan tersebut masih terus berkembang.
6. Teh Hitam
Pilihan lainnya adalah teh hitam. Selain membantu memenuhi kebutuhan cairan, teh hitam mengandung flavonoid, yakni senyawa tumbuhan dengan sifat antioksidan yang dikaitkan dengan kesehatan jantung dan ginjal.
Sebuah penelitian pada 2023 menemukan bahwa konsumsi teh berkaitan dengan risiko cedera ginjal akut yang lebih rendah. Manfaat paling besar dalam penelitian tersebut terlihat pada konsumsi sekitar 3,5 cangkir teh per hari.
Namun, penelitian tersebut bersifat observasional sehingga belum dapat membuktikan bahwa konsumsi teh secara langsung menyebabkan penurunan risiko cedera ginjal akut.