2. Mengatur emosi

Anak-anak perlu cukup percaya kepada orang tua untuk terbuka tentang perasaan mereka, terutama di saat-saat tertekan, kata Klein. Demikian pula, orang tua harus memperhatikan dan mengakui emosi anak mereka dengan menanyakan apakah ada sesuatu yang mengganggu mereka saat mereka tampak sedih, dan kemudian memvalidasi perasaan mereka.

Setelah anak merasa nyaman membicarakan emosi mereka, orang tua dapat membantu mereka belajar mengatur perasaan tersebut. Menurut para ahli pengasuhan anak, seiring bertambahnya usia, anak-anak yang lebih mampu mengendalikan emosi cenderung lebih tangguh saat menghadapi kesulitan, dibandingkan dengan anak yang mudah menyerah.

“Anak-anak terus belajar tentang emosi, dan orang tua dapat membantu. Pertama, kenali emosi tersebut, tetapi juga merasa nyaman merasakan emosi tersebut, terutama yang negatif,” kata Klein.

Dengan cara itu, anak akan mengerti, ”‘Bisakah aku memiliki emosi-emosi ini, merasakan emosi-emosi ini, tidak malu akan emosi-emosi tersebut, dan kemudian belajar untuk menanganinya?’” katanya.

Baca Juga: Pentingnya Gentle Parenting untuk Si Kecil, Ini Manfaatnya!

3. Mengembangkan Kemandirian

Saat anak-anak tumbuh dan menjadi lebih percaya diri, mereka berusaha untuk berpisah dari orang tua mereka. Membina kemandirian ini idealnya melibatkan lebih dari sekadar orang tua yang membiarkan anak-anak mereka bebas dan mendoakan mereka beruntung.

Anak-anak dan remaja membutuhkan rasa aman karena mengetahui bahwa orang tua mereka dekat, atau hanya berjarak satu pesan teks, untuk terus mengembangkan rasa percaya diri yang mereka butuhkan untuk menghadapi dunia yang lebih luas dan berbagai tantangannya. 

Dalam bukunya, Klein menyarankan agar orang tua mengikuti gaya pengasuhan ” otoritatif ”, di mana orang tua secara bertahap memberikan lebih banyak otonomi kepada anak-anak mereka sambil menetapkan aturan dan harapan yang jelas.

“Berbicara kepada anak-anak tentang perasaan mereka, dan kemudian cukup memercayai mereka untuk mempertimbangkan masukan mereka saat menetapkan batasan tersebut, membantu mengembangkan rasa percaya diri mereka sekaligus menumbuhkan kemandirian,” jelas Klein. 

Rasa aman itulah yang memberi mereka keyakinan untuk keluar dan menjelajahi dunia, mencoba hal-hal baru, membuat kesalahan, dan mengembangkan rasa percaya diri.